Kota Tua Jakarta

Jauh sebelum menjadi kota metropolitan seperti sekarang ini, Jakarta dulunya merupakan basis pendudukan para penjajah.

Hal ini bisa kita lihat dan buktikan dari beberapa peninggalan sejarah yang ada di Jakarta, diantaranya yang ada di kawasan Kota Tua Jakarta.

Kota Tua Jakarta sendiri menyimpan banyak bukti sejarah yang bisa dipelajari.

Di dalamnya berdiri beberapa bangunan penting yang dulunya menjadi pusat komando para penjajah dan juga kawasan tempat tinggal mereka.

wisata-kota-tua-jakarta

via instagram.com/kotatuajakarta.id

Ingin tau lebih jauh tentang Kota Tua? silahkan baca ulasannya berikut ini.

Sekilas Kota Tua Jakarta

Sekarang kota tua sudah resmi menyandang status sebagai situs sejarah.

Hal tersebut semata-mata dilakukan untuk melindungi agar bangunan-bangunan yang ada tetap asli sebagaimana kondisi awalnya.

Selain itu Kota Tua Jakarta saat ini juga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Jakarta.

Setiap hari ada saja puluhan hingga ratusan wisatawan lokal dan mancanegara yang datang menyambangi obyek-obyek wisatanya.

Namun sebelum melihat apa saja obyek wisata yang ada di kota tua, mari simak dulu ulasan tentang sejarah Kota Tua Jakarta berikut ini.

Sejarah Kota Tua

sejarah-kota-tua-jakarta
via instagram.com/novi_jenia

Semua pasti tahu bahwa dulunya Jakarta punya nama lain yakni Batavia.

Nama ini digunakan untuk menggantikan nama sebelumnya yaitu Jayakarta, setelah VOC berhasil menghancurkan Jayakarta pada tahun 1619.

Dari tahun tersebut hingga tahun 1650, VOC yang menguasai Batavia terus melakukan pembangunan dan perluasan kawasan hingga mencapai tepi Sungai Ciliwung.

Batavia pun akhirnya terus berkembang menjadi pemukiman padat dan pusat perdagangan strategis di bawah kekuasaan VOC.

Namun akhirnya pada tahun 1942, nama Batavia diganti lagi menjadi Jakarta oleh Jepang setelah sebelumnya berhasil merebut Batavia dari pendudukan VOC.

Sejak saat itulah hingga kini, Jakarta termasuk di dalamnya kota tua, dijadikan sebagai ibu kota Indonesia.

Sementara peresmian kota tua menjadi situs sejarah, ditetapkan melalui dekret resmi Gubernur Jakarta, Ali Sadikin pada tahun 1972.

Obyek Wisata Kota Tua Jakarta

Melancong ke kota tua kita bisa belajar banyak tentang sejarah dan kondisi Jakarta tempo dulu.

Selain itu bagi kita yang hobi berfoto, di sana juga ada banyak bangunan serta wahana unik yang bisa dijadikan latar foto.

Nah untuk lebih jelasnya, berikut beberapa obyek wisata di Kota Tua Jakarta beserta aktifitas yang bisa dilakukan di sana.

1. Museum Fatahillah

museum-fatahillah-kota-tua-jakarta
via instagram.com/abdillahhw

Museum ini menyimpan cerita dan benda sejarah yang cukup banyak.

Di museum inilah dulunya VOC memenjarakan beberapa tokoh pejuang Indonesia salah satunya Pangeran Diponegoro.

Selain itu Museum Fatahillah yang dulu bernama Museum Batavia ini, juga dijadikan sebagai ruang pengadilan dan balai kota.

Jika ingin masuk dan melihat langsung bukti-bukti sejarah di museum ini, kita hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp. 2000 saja.

2. Stasiun Jakarta Kota

stasiun-jakarta-kota
via instagram.com/tik_picturee

Stasiun ini menjadi perhentian terakhir jika kita memilih menggunakan kereta api ke kawasan kota tua.

Yang unik dan menarik, stasiun ini punya arsitektur bangunan klasik, yang syarat dengan ciri khas bangunan Eropa tempo dulu.

Model bangunan stasiun ini memang sengaja tidak diperbaharui karena termasuk dalam cagar budaya di kawasan Kota Tua Jakarta.

Stasiun ini meruapakan peninggalan VOC yang konon sudah ada sejak tahun 1929.

3. Museum Bank Indonesia

museum-bank-indonesia
instagram.com/louzieadventure

Selain bisa berfoto di depan bangunannya yang bergaya khas Belanda, di museum ini kita juga bisa belajar banyak hal tentang sejarah bank di Indonesia.

Bangunan museum ini konon merupakan bekas gedung De Javasche Bank dan telah ada sejak tahuh 1028.

Untuk memasuki museum ini kita juga tidak perlu membayar mahal karena harga tiket masuknya hanya dijual seharga Rp. 5000 saja.

4. Pelabuhan Sunda Kelapa

pelabuhan-sunda-kelapa
via instagram.com/begz.bagyo

Pelabuhan ini dulunya merupakan tempat singgah kapal asing sekaligus pengubung antara Indonesia dengan negara luar.

Melalui pelabuhan inilah dulunya para pedagang dari dalam dan luar negeri melakukan perjalanan bisnis.

Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa masih beroperasi meskipun hanya disinggahi kapal-kapal pinishi.

Untuk memasuki pelabuhan ini, di pintu masuk kita akan dikenai biaya karcis sebesar Rp. 2.500 per orang.

5. Museum Bahari

museum-bahari
via instagram.com/dita.susanti

Tidak jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa atau tepatnya di depan pelabuhan tersebut, kita akan mendapati sebuah museum yang bernama Museum Bahari.

Sesuai namanya, yang bisa kita lihat di museum ini adalah beberapa biota laut yang diawetkan, sekaligus informasi tentang persebaran ikan di Indonesia.

Selain itu di museum ini kita bisa melihat beberapa jenis perahu yang dulunya digunakan oleh VOC.

Intinya jika kita suka dengan kehidupan bahari, berkunjung ke museum ini adalah hal wajib yang harus dilakukan.

Baca juga : Planetarium Jakarta

6. Museun Wayang

museum-wayang-kota-tua
via instagram.com/gnfi

Lain halnya dengan Museum Bahari, di Museum Wayang ini kita bisa melihat berbagai bentuk wayang mulai dari yang berasal dari Indonesia, hingga yang merupakan karya seni dari negara lain seperti China, Thailand, dan Kamboja.

Museum ini dibangun sekitar tahun 1640, dan memang ditujukan sebagai tempat menyimpan koleksi berbagai jenis wayang.

Selain melihat aneka bentuk wayang, jika beruntung kita juga bisa menyaksikan pementasan wayang di museum ini.

Jadwal pertunjukan biasanya diadakan pada minggu ke 3 setiap bulannya.

7. Museum Seni Rupa dan Keramik

museum-seni-rupa-dan-kramik
via instagram.com/finsa_hima

Jika Anda suka dengan karya seni berupa lukisan dan ukiran yang terbuat dari keramik, maka jangan lupa berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua Jakarta ini.

Di museum ini ada sekitar 1.350 jenis keramik dan 350 lebih lukisan yang bisa dinikmati keunikan dan keindahannya.

Bahkan di museun ini ada beberapa keramik peninggalan Kerajaan Majapahit yang masih terjaga hingga sekarang.

Selain melihat dan berfoto dengan aneka lukisan dan keramik, jika ingin kita juga bisa membeli beberapa souvenis khas kota tua di museum ini.

8. Toko Merah

toko-merah-kota-tua
instagram.com/jkt.spot

Bangunan klasik bercat merah yang dikenal dengan nama toko merah ini bisa menjadi tempat yang unik untuk berfoto.

Meski tak seramai bangunan lain karena jarang dibuka, namun bangunan ini punya daya magis yang membuat kita penasaran ingin menjadikannya sebagai latar foto.

Bangunan ini dulunya digunakan sebagai kantor Dinas Kesehatan Jepang.

Dibangun pada tahun 1730, kini bangunan toko merah sering digunakan sebagai lokasi pameran ataupun konfrensi.

9. Museum 3D

museum-3d-kota-tua
via instagram.com/jie_anti

Jika kurang puas dengan hasil foto berlatar bangunan tua ataupun benda-benda bersejarah lainnya, kita bisa menyempurnakan hobi photography di museum 3D ini.

Museum ini memiliki koleksi lukisan 3 dimensi dengan berbagai tema seperti tema laut, petualangan, hingga dunia dinosaurus.

Berfoto dengan latar lukisan 3D di museum ini akan membuat foto kita tampak lebih hidup dan pastinya akan sangat menarik.

Museum 3D Kota Tua Jakarta ini merupakan wahana baru dimana launching-nya sendiri, dilakukan pada bulan Desember tahun 2018 kemarin.

Selain obyek atau wahana di atas, di kota tua juga masih banyak spot dan kegiatan yang bisa kita lakukan.

Sebut saja misalnya berfoto dengan patung orang-orangan yang berdandan dengan berbagai busana dan gaya, berkunjung ke Jembatan Kota Intan, hingga berkeliling kawasan menggunakan sepeda ontel.

Yang pasti kunjungan wisata kita ke tempat ini akan sangat seru dan memuaskan. Apalagi jika dilakukan bersama keluarga atau rame-rame bersama teman, sensasi keseruannya dipasti akan lebih terasa.

Alamat Kota Tua Jakarta

alamat-kota-tua-jakarta
via instagram.com/dellanovputri

Kota tua beralamat di Jl. Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Jakarta.

Lokasinya cukup strategis dan bisa ditempuh hanya dalam waktu 17 menit berkendara dari pusat kota jakarta.

Kota tua memiliki luas kawasan sekitar 1,3 kilometer. Areanya termasuk ke dalam dua wilayah sekaligus yakni Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Berkunjung ke kota tua bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum.

Jika datang bersama rombongan teman atau keluarga, maka akan lebih seru kalau menggunakan angkutan umum misalnya kereta api dan turun di statiun kota.

Jam Buka Kota Tua

Kawasan wisata Kota Tua Jakarta dibuka setiap hari selama 24 jam. Namun meski begitu, obyek-obyek wisata yang ada di dalamnya juga punya waktu operasionalnya masing-masing.

Hari BerkunjungJam Operasional
Setiap Hari24 Jam

Misalnya kalau ingin berkunjung ke Museum Fatahillah, kita harus sudah sampai di lokasi pada pukul 9 pagi.

Sedangkan jika ingin belajar sejarah perbankan di Museum Bank Indonesia, maka kita harus datang antara pukul 8 pagi hingga pukul 3 siang.

Selain itu beberapa obyek wisata atau wahana bahkan ada yang tetap dibuka hingga malam hari. Jadi, kota tua ini juga bisa dijadikan alternatif destinasi wisata malam di Jakarta.

Harga Tiket Masuk

tiket-masuk-kota-tua-jakarta
via instagram.com/rameliavitra

Memasuki kawasan Kota Tua Jakarta kita tidak perlu membeli tiket masuk. Tiket masuk hanya berlaku jika mengunjungi obyek-obyek wisata yang ada di dalamnya.

HariHarga Tiket
Setiap HariGratis

Namun harga tiket untuk masing-masing obyek wisata bisa dikatakan sangat murah. Kisarannya antara Rp. 2000 hingga Rp. 10.000 saja.

Fasilitas Umum

Mengenai fasilitas umum di kota tua tentunya tidak perlu dipertanyakan lagi. Di sana sudah tersedia fasilitas umum yang sangat memadai seperti lahan parkir di masing-masing obyek wisata, toilet, tempat ibadah, hingga toko souvenir dan para penjaja kuliner khas Jakarta.

museum-kota-tua-jakarta
instagram.com/anak.bintaro

Baca juga : Tempat Wisata di Jakarta

Kawasan wisata Kota Tua Jakarta bisa menjadi alternatif destinasi wisata murah meriah di Jakarta. Di sana kita bisa belajar sejarah ibu kota, sekaligus merasakan sensasi perpaduan warna Jakarta tempo dulu dan Jakarta zaman now.

Loading...

Tempat Wisata di Jakarta

Hansar
6 min read

Taman Suropati

Hansar
4 min read

Atlantis Ancol

Hansar
4 min read

Museum Macan

Hansar
5 min read

Oceanpark BSD

Hansar
5 min read

Taman Ismail Marzuki

Hansar
6 min read