Lawang Sewu

Lawang Sewu, Jawa Tengah

Jl. Pemuda, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah

6 Ulasan

Lawang Sewu adalah salah satu obyek wisata sejarah di Semarang, khususnya mengenai sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Lawang Sewu juga menjadi saksi perlawanan rakyat indonesia terhadap tentara Jepang setelah sebelumnya dikuasai penjajah Belanda.

Lawang Sewu saat ini dijadikan sebagai museum kereta api sekaligus tempat wisata. Ia termasuk salah satu obyek wisata favorit di Semarang.

lawang-sewu-semarang

Meski terkenal dengan mitos dan cerita mistisnya, bagi sebagian orang bangunan tua ini tetaplah memiliki daya tarik tersendiri bahkan sering pula dipakai sebagai lokasi prewedding.

Lawang Sewu

Liburan ke Semarang belum lengkap tanpa mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kota lumpia ini.

Berbagai peninggalan sejarah berupa bangunan-bangunan tua berdiri megah dengan arsitekturnya yang unik bisa kita jumpai di kota Semarang.

Beberapa situs dan bangunan bersejarah yang paling terkenal di kota ini antara lain Kota Lama Semarang, Museum Kereta Api Ambarawa, Gereja Bleduk, Tugu Muda, dan Museum Ronggowarsito.

Selain itu ada juga Museum Mandala Sakti, Monumen Palagan Ambarawa, Kelenteng Sam Poo Kong, Simpang Lima, Benteng Willem II, dan yang paling terkenal yaitu Lawang Sewu.

Lawang Sewu sendiri adalah sebuah bangunan tua bergaya eropa milik PT. KAI, yang pada masa penjajahan Belanda dijadikan sebagai kantor perusahaan kereta api swasta bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) atau NIS.

Saat ini, gedung tua yang menempati area seluas 18.232 meter persegi ini dijadikan sebagai museum untuk menyimpan segala hal yang berkaitan dengan kereta api.

Di dalam bangunan ini akan kita jumpai koleksi berbagai bentuk miniatur lokomotif dan gerbong kereta api.

Selain itu ada juga gambar-gambar kereta api hingga penayangan video yang menceritakan sejarah kereta api di Indonesia dari sejak pertama kali ada sampai saat ini.

Sejarah Pembangunan

lawang-sewu-angker
via instagram.com/solikhahhandayani

Sebelum pemugaran terakhir pada tahun 2011 yang lalu, bangunan asli Lawang Sewu sudah melewati dua kali proses pembangunan.

Pembangunan tahap pertama yang dilakukan pada tahun 1904 sampai 1907, menghasilkan bangunan utama.

Sedangkan pembangunan tahap kedua yang berlangsung dari tahun 1916 hingga 1918, dilakukan untuk membangun gedung atau bangunan tambahan yang berada di belakang gedung utama.

Arsitektur bangunan Lawang Sewu sangat kental dengan ciri khas bangunan-bangunan eropa kuno.

Perancang arsitekturnya yaitu Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag, benar-benar memasukkan ciri khas bangunan eropa ke dalam arsitektur Lawang Sewu.

Secara keseluruhan bentuk bangunan ini menyerupai huruf L, dengan pintu dan jendela yang sangat banyak.

Banyaknya pintu dan jendela di bangunan ini dimaksudkan agar sirkulasi udara berjalan lancar. Ukurannya pun dibuat lebar dan tinggi sesuai ciri khas bangunan eropa tempo dulu.

Karena banyaknya pintu dan jendela itulah, warga Semarang sejak dulu menamai bangunan ini dengan nama Lawang Sewu yang berarti seribu pintu.

Arsitekur Lawang Sewu juga ternyata terilhami oleh kondisi pulau Jawa khususnya kota Semarang zaman dulu.

Konon, ornamen kaca patri yang menghiasi bangunan ini punya cerita tersendiri yaitu mengisahkan tentang kekuasaan Belanda di Semarang dan Jakarta, keindahan dan kemakmuran pulau Jawa, dan juga kejayaan kereta api.

Hiasan lain selain kaca patri yang juga menambah nilai seni pada bangunan Lawang Sewu. hiasan-hiasan tersebut yaitu balkonnya yang dihasi ornamen tembikar, menara air berlapis baja, dan puncak menaranya yang berhias perunggu.

Baca juga: The Village Purwokerto

Lawang Sewu Jaman Dulu

lawang-sewu-jaman-dulu
via instagram.com/rumahmemez

Setelah tak digunakan lagi sebagai kantor pusat NIS, Lawang Sewu sempat dijadikan sebagai panjara oleh Belanda dan Jepang.

Di bangunan inilah dulunya para penjuang Indonesia ditahan dan disiksa secara keji oleh penjajah terutama saat dikuasi Jepang.

Hingga sekarang di dalam bangunan ini masih ada sisa-sisa ruang tahanan yang sengaja diabadikan oleh PT. KAI sebagai pengelola.

Ruang-ruang tahanan tersebut pun seringkali didatangi para wisatawan untuk melihat dan mengenang sejarah perjuangan para pahlawan bangsa.

Lalu setelah kemerdekaan, tempat ini juga pernah menjadi arena tempur antara angkatan muda kereta api atau AMKA yang saat itu ingin mempertahankan Lawang Sewu dari pasukan tentara Jepang.

Pertempuran itu dikenal dengan peristiwa pertempuran 5 hari Semarang yang pecah dari tanggal 14 hingga 19 Oktober 1945.

Selain itu Lawang Sewu juga pernah menjadi kantor Djawatan Kereta Api Indonesia atau DKARI yang menjadi cikal bakal lahirnya PT. KAI.

Meskipun konon pernah dikuasai oleh tentara Indonesia, Lawang Sewu akhirnya diserahkan kepengurusannya kepada PT. KAI hingga saat ini.

Baca juga: Water Blaster Semarang

Mitos dan Cerita Angker

mitos-lawang-sewu
via instagram.com/ku_ceria

Kisah penyiksaan yang dilakukan para penjajah di ruang tahanan yang ada di dalam bangunan Lawang Sewu menyisakan cerita mistis dari warga sekitar dan sebagian wisatawan.

Konon, tidak jarang terlihat penampakan makhluk astral di dalam gedung ini seperti penampakan hantu wanita, tentara kompeni, hingga teriakan minta tolong dari sebuah sumur yang terletak di halaman gedung.

Kejadian mistis semacam ini diakui sering dialami oleh para wisatawan yang datang ke gedung ini pada malam hari.

Hal tersebut diyakini punya keterkaitan erat dengan peristiwa kelam masa penjajahan yang pernah terjadi di Lawang Sewu.

Daya Tarik Wisata Lawang Sewu Semarang

daya-tarik-wisata-lawang-sewu
via instagram.com/dearaleyden

Meski dikenal dengan keangkerannya, Lawang Sewu tetap menjadi salah satu obyek wisata sejarah yang paling ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun para pelancong dari luar kota.

Kisah mistis tersebut malah semakin membuat penasaran sebagian wisatawan sehingga banyak yang memilih untuk datang ke tempat ini pada malam hari.

Daya tarik utama yang disuguhkan Lawang Sewu ialah arsitektur bangunannya yang diakui menyimpan nilai seni tinggi.

Keunikan bentuk bangunannya yang berhias ratusan pintu dan jendela besar, membuat tempat ini sering dijadikan spot berfoto.

Bahkan tidak jarang ada pasangan calon pengantin yang rela membayar cukup mahal untuk menjadikan tempat ini sebagai lokasi foto prewedding.

Tampilan bangunan yang eksotis dengan nuansa eropa zaman dulu ternyata memang mampu menghadirkan kesan unik pada setiap hasil foto.

Baca juga: Candi Gedong Songo

Selain itu Lawang Sewu juga menyimpan informasi yang sangat lengkap terkait dunia perkeretaapian.

Sehingga selain mendapatkan pengalaman liburan yang berbeda, wisatawan juga akan memperoleh tambahan pengetahuan dalam bidang kereta api.

Di lantai 1 gedung ini dipajang berbagai bentuk replika kereta api dari waktu ke waktu.

Selain itu, berbagai hal terkait penggunaan gedung ini sebagai kantor pusat perusahaan kereta api juga masih bisa kita lihat seperti replika lokomotif uap, mesin hitung, mesin edmonson, mesin tik, hingga surat-surat berharga.

Kemudian di lantai bawah akan kita temukan penjara yang di atas kami sebut ruang tahanan.

Di sinilah lokasi penjara-penjara yang dinamai penjara jongkok, penjara berdiri, penjara bawah tanah sekaligus ruang penyiksaan tersebut berada.

Diamping itu selain dijadikan salah satu obyek wisata sejarah di Semarang, Lawang Sewu juga kerap menjadi tempat penyelenggaraan pentas seni, workshop, dan berbagai bentuk festival.

Gedung ini bahkan sering juga disewa sebagai tempat rapat, pameran, shooting video, hingga pesta pernikahan.

Alamat

film-lawang-sewu
via instagram.com/syahriyal_ale

Obyek wisata ini berada di Jalan Pemuda, Sekayu, Semarang, Jawa tengah.

Lokasinya tepat berada di sekitar Tugu Muda Semarang yang berjarak hanya 4 kilometer dari pusat kota Semarang.

Rute ke Lawang Sewu

Lalu untuk rute ke Lawang Sewu juga cukup mudah. Lokasinya yang strategis di tengah kota bisa dicapai dari arah manapun dan dengan alat transportasi apapun.

Misalnya saja jika akan mengaksesnya dari arah Solo atau Jogja, rute yang bisa dilalui yaitu ke arah Bawen dilanjutkan ke arah Ungaran.

Dari Ungaran, silahkan lanjutkan perjalanan ke arah Jalan Siliwangi dengan melewati Banyumanik, Jatingaleh dan Krapyak.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke arah Jalan Sudirman. Nah dari sini, silahkan lurus saja menuju arah Jalan Indraprasta.

Dari Jalan Indraprasta selanjutnya silahkan ambil kiri ke arah jalan MGR. Sugiyopranoto. Setelah melewai bundaran, lokasi Lawang Sewu akan kita temukan di kiri jalan.

Sementara bagi yang akan menggunakan angkutan umum, cara termudah untuk sampai di lokasi wisata ini adalah dengan menggunakan Bus Trans Semarang dari terminal Poncol dan nantinya akan diturunkan tepat di pintu masuk wisata.

Baca juga: Wisata keluarga ala Eropa The Heritage Palace Solo

Jam Buka

peraturan-di-lawang-sewu
via instagram.com/dana_ivan06

Obyek wisata Lawang Sewu dibuka setiap hari mulai dari pukul 7 pagi hingga pukul 9 malam.

HariJam Operasional
Setiap Hari07.00 – 21.00 WIB

Jika ingin menikmati romantisme serta sensasi menegangkan, banyak yang menyarankan agar datang pada malam hari atau dari sore hingga jam operasional berakhir.

Baca juga: Bukit Sekipan

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk ke obyek wisata ini tergolong sangat murah.

Bagi orang dewasa, untuk masuk ke tempat ini hanya perlu membeli tiket masuk seharga Rp. 10.000

Sedangkan untuk anak-anak di bawah 12 tahun dan pelajar, harga tiketnya hanya Rp. 5000 saja.

Jenis TiketHarga
Tiket MasukRp. 10.000 (dewasa) – Rp. 5000 (pelajar dan anak-anak usia di bawah 12 tahun)

Fasilitas Umum

Fasilitas standar seperti area parkir dan toilet umum juga sudah tersedia di tempat wisata ini.

Selain itu ada juga fasilitas tempat duduk, tempat ibadah, dan penjual makanan.

Hotel Dekat Lawang Sewu

arsitektur-lawang-sewu
via instagram.com/shana_na10

Berada di tengah kota membuat pengunjung dapat dengan mudah mencari penginapan di sekitar Lawang Sewu.

Beberapa tempat menginap atau hotel yang kami rekomendasikan antara lain Rooms Inc Hotels (Rp. 375.000 per malam), Quest Hotel Simpang Lima (Rp. 278.000 per malam), Hotel Ciputra Semarang (Rp. 550.000 per malam), dan Hotel Citra Dream Semarang (Rp. 250.000 per malam).

Wisata Dekat Lawang Sewu

Selain itu tempat wisata ini juga dikelilingi oleh tempat-tempat wisata lain yang cukup terkenal di Semarang.

Tempat-tempat wisata yang bisa dituju jika ingin melanjutkan liburan di Semarang diantaranya Kampung Pelangi Semarang, Simpang Lima, Kota Lama Semarang, Masjid Agung Jawa Tengah, Taman Srigunting, dan Gedong Batu atau Kelenteng Sam Poo Kong.

Baca juga: Daftar Tempat Wisata di Semarang

Lawang Sewu Semarang bisa menjadi salah satu alternatif wisata sejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi jika sedang berlibur di Semarang. Di tempat ini Anda akan mendapatkan sensasi liburan yang berbeda sekaligus mendapatkan pengetahuan baru tentang dunia kereta api di Indonesia.

6 Ulasan untuk Lawang Sewu, Jawa Tengah

  1. Awalnya saya menolak saat diajak mengunjungi Lawang Sewu. Karena kesan horror yang melekat kuat selama puluhan tahun. Tak disangka beberapa tahun lalu Lawang Sewu dipugar menjadi kawasan edukatif yang sangat ramah anak. Harga tiket sangat murah, hanya Rp.5 ribu (anak-anak) dan Rp.15 ribu (dewasa). Saat masuk tiket akan discan. Terbagi menjadi beberapa bagian bangunan cantik yang mengelilingi arena tengah berupa lapangan yang dijadikan pentas keroncong Jawa yang menyejukkan telinga pendengarnya. Di tiap sisi bangunan dilengkapi koleksi foto yang menjelaskan aneka sejarah tentang per-kereta-apian.nnJuga dilengkapi beberapa replika gerbong kereta.nnAda beraneka ragam kuliner yang sayangnya tidak khas Semarang/Jawa Tengah. Justru dijumpai pedagang kerak telor, bakso, mie ayam. Kaki lumayan pegal mengelilingi Lawang Sewu selama kurang lebih 1 jam.nYang pasti dapat oleh2 koleksi foto2 instagramable dan bisa dikenang kelak saat putra saya sudah besar. Bila ingin memakai jasa profesional fotografer, juga banyak yang menawarkan jasanya di sini dengan tarif yang terjangkau.nBiasanya fotografer itu sekaligus merangkap sebagai tour guide.

  2. Masyarakat setempat menyebutnya “Lawang Sewu” karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).nnBangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.nnSaat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.nnTiket masuknya untuk orang dewasa Rp10.000,-nUntuk anak-anak Rp5000,-nJika ke Semarang wajib untuk mengunjungi wisata Lawang Sewu.nSemoga bermanfaat untuk anak cucu kita karena sebagai bangunan bersejarah di Indonesia pada umumnya.n👍👍👍🙏🙏🙏

  3. Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu) adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.nnMasyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).nnBangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.nnSaat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.

  4. Lawang Sewu unik karna pintunya banyak. Lawang artinya pintu, sewu artinya seribu. Padahal sebenarnya pintunya hanya 928 buah. Awalnya gedung ini adalah kantor pusat kereta api, pada saat Van Den Bosch memimpin kerja rodi membuat rel kereta di Jawa. Pintu2 di Lawang Sewu berfungsi sebagai ventilasi udara, sehingga gedung tsb tetap sejuk di saat siang, namun tetap aman jika hujan, karna ada dua lapis pintu. Untuk sirkulasi udara di dalam ruang, juga dibuatkan pintu2 di tengah2 ruang dan pintunya berjejer lurus, seperti kalau kita melihat cermin berlapis2. Lawang Sewu ini terkenal ketika sering dipakai acara Uji Nyali di Trans 7 tepatnya di bagian bawah tanahnya. Namun kini sudah tdk diperbolehkan lagi dipakai untuk itu, karna membuat image yg seram, padahal sebnarnya itu adalah kantor pusat operasi kereta api se-Jawa pada jaman Belanda. Sesudah masuk di dalamnya, ya tidak seseram yg dibayangkan, biasa saja. Uniknya bisa foto2 banyakan di balik pintu👍🏽👍🏽

  5. Salah satu tempat bersejarah di Kota Semarang, awal masuk terdapat loket pembelian tiket, setelah mendapatkan tiket memasuki pintu yang telah diarahkan. Pada saat itu saya datang ketika weekend atau hari libur sehingga suasananya cukup ramai. Awal pertama masuk disambut dengan beberapa foto tentang Lawang Sewu, kemudian semakin masuk ke dalam menjumpai banyak pintu lainnya, ada juga koleksi koleksi benda bersejarah.nnBangunan Lawang Sewu tidak hanya satu melainkan ada 2 setau saya yang memiliki banyak pintu, seperti namanya. Entah jumlahnya beneran seribu atau enggak saya kurang tau karena tidak sempat ngitung waktu ke sana.nnOh iya, karena saat itu ramai jadi tidak semua pengunjung bisa didampingi oleh tour guide, hanya pengunjung yang membawa rombongan saja, kurang tau juga untuk biaya tour guide nya dikenakan lagi atau tidak

  6. Tempat bersejarah yang meninggalkan kenangan yang takan pernah terlupakan. Parah sih, berkenang banget.

Leave a Reply