Pulau Bawean

Pulau Bawean, Jawa Timur

Kabupaten Gresik, Jawa Timur

3 Ulasan

Pulau Bawean adalah salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat melancong ke Jawa Timur, khususnya saat berada di Kabupaten Gresik.

Pulau ini menawarkan banyak sekali obyek wisata mulai dari pantai, air terjun, danau, hingga melihat penangkaran rusa Bawean.

Bisa dikatakan pulau ini akan memberikan kepuasan berwisata yang tiada duanya. Di sini kita bisa menikmati waktu libur di lebih dari satu jenis tempat wisata.

pulau-bawean-gresik

Nah sebelum berangkat, baca dulu beberapa informasi penting terkait wisata Bawean pada artikel berikut ini.

Pulau Bawean Gresik

Nama pulau ini mungkin terdengar kurang akrab di telinga.

Ketenarannya memang kalah jauh dari pulau-pulau lain di Indonesia yang dijadikan tempat wisata, misalnya saja Pulau Karimun Jawa di Jepara.

Namun meski begitu, Pulau Bawean ternyata menyimpan keindahan yang sanggup diadu dengan pulau-pulau wisata yang lain.

Bahkan di pulau ini kita bisa menikmati hampir semua jenis tempat wisata seperti yang kami tuliskan di atas.

Pulau Bawean merupakan pulau terpencil yang terletak di utara Kabupaten Gresik.

Lokasinya berada di tengah laut Jawa. Jaraknya kurang lebih 120 kilometer atau 80 mil dari pelabuhan Gresik.

Pulau ini terbagi menjadi dua kecamatan yaitu Kecamatan Tambak dan Sangkapura.

Secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Gresik dan dihuni oleh sekitar 107.000 lebih penduduk.

Penduduk Pulau Bawean merupakan campuran antara Suku Bawean sebagai suku asli, Madura, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Jawa.

Kebanyakan penduduknya beragama Muslim. Profesi mereka sebagian besar sebagai nelayan dan petani.

Namun penduduk Pulau Bawean yang laki-laki sebagian besarnya terbiasa merantau ke negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam bahkan Australia.

Karena kondisi ini, banyak juga yang menjuluki Pulau Bawean dengan julukan pulau wanita lantaran penduduknya yang didominasi oleh kaum wanita.

Asal Usul Pulau Bawean

pulau-bawean-jawa-timur
via instagram.com/boyantravel

Menurut beberapa sumber, pulau ini pada awalnya juga bukan merupakan pulau berpenghuni.

Ia hanyalah onggokan pulau biasa yang mungkin hanya dihuni oleh hewan-hewan liar.

Namun, semuanya berubah setelah sekelompok pasukan Majapahit terdampar di pulau ini sekitar tahun 1350-an.

Kala itu, para pelaut tersebut konon hilang kendali ditengah badai besar di tengah laut Jawa.

Suasana kala itu mencekam. Apalagi peristiwa itu konon terjadi saat malam hari yang gelap gulita.

Namun syukurlah, yang maha kuasa ternyata mengarahkan kapal mereka ke sebuah daratan yang saat ini kita kenal dengan nama Pulau Bawean.

Nama Bawean sendiri diambil dari bahasa Sangsekerta. Kuat dugaan orang-orang majapahit itulah yang memberi nama tersebut.

Belakangan muncul alasan kuat yang mendukung pernyataan itu.

Bahwa kata Bawean sendiri berarti “munculnya matahari” yang dikaitkan dengan waktu penemuan Pulau Bawean oleh para pelaut Majapahit yang kejadiannya berbarengan dengan terbitnya matahari.

Selain itu Pulau Bawean juga lekat dengan sebutan Pulau Putri.

Hal ini konon sebagai penghargaan atas kejadian masa silam di mana pulau ini pernah disinggahi rombongan keluarga raja dari Kerajaan Campa.

Saat berada di pulau ini salah seorang putri raja Campa menginggal dunia. Jasadnya pun konon dikebumikan di suatu tempat di sekitar Pulau Bawean.

Baca juga: Pulau Natuna

Mitos Pulau Bawean

asal-usul-pulau-bawean
via instagram.com/pinieyes

Berkunjung ke pulau ini tidak perlu takut dengan mitos ataupun hal-hal menyeramkan.

Selama ini belum ada cerita aneh ataupun kejadian janggal yang dikaitkan dengan mitos Pulau Bawean.

Namun sebagai tamu, kesopanan dan taat aturan memang harus selalu dilakukan.

Selain menghormati adat budaya penduduk lokal, tata krama dan sopan santun memang harus tetap dilestarikan di manapun kita berada.

Keliling Pulau Bawean

Wisatawan yang belum pernah mengunjungi Pulau Bawean pasti bingung akan melakukan apa ketika sudah sampai di pulau ini.

Kabar baiknya, seperti yang kami tuliskan di awal, di pulau ini akan ada banyak sekali obyek wisata yang bisa dijajal.

Karena itulah bagi yang ingin meng-eksplore semua sudut Pulau Bawean serta tempat-tempat lain di sekitarnya, saran kami siapkan saja waktu liburan yang panjang.

Nah sebagai bekal, berikut ini obyek-obyek wisata menarik di Pulau Bawean Gresik yang wajib dikunjungi:

Baca juga: Pulau Pahawang

Penangkaran Rusa Bawean

Adanya penangkaran rusa di pulau ini menjadi ciri khas yang membedakannya dengan pulau-pulau wisata yang lain.

Sebabnya, rusa-rusa yang ada di penangkaran ini merupakan rusa asli Bawean yang termasuk hewan endemik.

Penangkaran rusa di pulau ini konon pada awalnya merupakan milik pribadi.

Namun untuk membuatnya lebih berkembang, pemerintah kemudian membelinya hingga saat ini di dalamnya sudah ada 30 ekor rusa Bawean dari yang semula hanya berjumlah 2 ekor saja.

Selain rusa ada juga hewan jenis lain di penangkaran ini. Hewan-hewan tersebut yaitu Babi Jawa, Babi Bagong, dan Babi Kutil.

Babi Kutil sendiri ditengarai sebagai babi terlangka yang jarang ditemukan di tempat lain.

Danau Kastoba

Danau yang terletak di Kecamatan Tambak, tepatnya di Desa Paromaan ini bisa dijadikan tempat yang sangat pas untuk menyepi.

Lokasinya yang berada di tengah hutan membuatnya memiliki suasana alam yang tenang dan damai.

Untuk menuju Danau Kastoba kita harus melewati perjalanan membelah hutan dan areal persawahan.

Meski agak melelahkan, setelah sampai kita bisa menikmati segarnya air di Danau Kastoba.

Air Terjun Laccar

air-terjun-laccar-bawean
via instagram.com/boyantravel

Jika Danau Kastoba terletak di Kecamatan Tambak, maka Air Terjun Laccar letaknya di Kecamatan Sangkapura.

Tempat ini menyajikan pesona air terjun yang tumpah dari ketinggian sekitar 25 meter.

Berbeda dengan perjalanan menuju Danau Kastoba yang agak melelahkan, ke air terjun ini akses jalannya sudah bisa dilalui baik dengan jalan kaki, menggunakan sepeda motor bahkan mobil.

Baca juga: Pantai Cemara Tuban Jatim

Pantai Pulau Noko Selayar

Pantai yang terletak di pulau kecil beranama Noko Selayar ini letaknya kurang lebih 4,5 kilometer dari Pulau Bawean.

Daya tarik pantai ini ialah pemandangan bawah lautnya yang dihiasi aneka warna terumbu karang dan ikan-ikan lucu.

Mengunjungi pantai ini sebaiknya membawa peralatan snorkeling termasuk kamera underwater. Karena pesona bawah lautnya akan membuat siapapun tak tahan untuk segera menyelaminya.

Pantai Pulau Gili Noko

Selain Pantai Pulau Noko Selayar ada juga Pantai Gili Noko.

Di pantai berpasir putih dan lembut ini kita bisa melakukan banyak hal termasuk snorkeling dan juga berenang.

Selain itu di pantai ini kita bisa menikmati indahnya sunset di sore hari.

Selain itu juga, di pantai ini sudah tersedia penjual makanan dan minuman ringan serta beberapa fasilitas umum lainnya.

Dari Pulau Bawean kita bisa menuju Pantai Pulau Gili Noko menggunakan perahu sewaan.

Biasanya para pemilik perahu mematok tarif antara Rp 250.000 hingga Rp. 350.000 per 10 orang penumpang.

Pantai Mayangkara

Selain aman sebagai tempat berenang, kelebihan Pantai Mayangkara Pulau Bawean adalah kawasan pantainya yang luas dan lapang.

Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh wisatawan yang datang berombongan sebagai tempat olahraga misalnya bermain bola.

Pantai mayangkara juga menyuguhkan pemandangan yang indah berupa pohon-pohon kelapa yang berjejer di pinggirnya.

Baca juga: Pantai Clungup Malang, Jawa Timur

Pantai Kuburan Panjang

pantai-kuburan-panjang-bawean
via instagram.com/bawean_mbois

Seperti namanya di pantai ini memang ada kuburan yang bentuknya sangat panjang.

Kuburan tersebut konon merupakan makam dari salah seorang pengawal Aji Saka.

Keberadaan kuburan di pantai ini membuat warga sekitar agak mengkeramatkan Pantai Kuburan Panjang.

Namun tenang saja, belum pernah terjadi hal-hal ghaib ataupun menyeramkan di pantai ini.

Di sana kita tetap bisa menikmati keindahannya sekaligus melakukan kegiatan wisata pantai seperti biasa.

Tanjung Ga’ang

Tanjung Ga’ang adalah obyek wisata favorit di Pulau Bawean.

Di sini kita akan disuguhi keindahan pantai berpagar tebing-tebing hijau serta batu-batu karang di tengah laut.

Air lautnya yang bersih memancarkan warna biru pantulan warna langit.

Wisatawan biasanya akan menyewa perahu nelayan yang banyak tersedia di sekitar pantai untuk menjelajah Tanjung Ga’ang.

Baca juga: Gili Ketapang

Mangrove Hijau Daun

Ini adalah spot wisata terbaru di Pulau Bawean. Sebuah hutan bakau dan cemara yang bersih dan tertata sangat rapi.

Di sini selain cuci mata memandang pepohonan hijau, kita juga bisa bakar-bakar ikan ditempat yang telah tersedia.

Untuk mengakses tempat ini, kita harus menuju Desa Daun dan melewati jalanan kecil yang mengarah ke titik lokasinya.

Tiket masuk ke obyek wisata mangrove hijau daun sekitar Rp. 5000 per orang.

Alamat

Bawean Island beralamat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tepatnya di tengah laut Jawa sekitar 120 km arah utara Gresik.

Pulau ini bisa diakses menggunakan kapal laut ataupun pesawat udara karena sudah ada bandara Harun Thohir di Pulau Bawean.

Jam Buka

pulau-bawean-atlantis
via instagram.com/beny.faza

Menuju pulau ini bisa kapan saja karena dibuka selama 24 jam.

HariJam Operasional
Setiap Hari24 jam

Hanya saja karena perlu menyeberang dari Kabupaten Gresik, maka kita tentu harus menyesuaikan waktu keberangkatan dengan jadwal keberangkatan pesawat ataupun kapal.

Baca juga: Pesona Kawah Sikidang Dieng, Jawa Timur

Tiket Masuk Pulau Bawean

Memasuki pulau ini kita tidak perlu mengeluarkan biaya tiket masuk alias gratis.

Yang perlu disiapkan hanyalah biaya penyeberangan baik menggunakan kapal laut ataupun pesawat udara.

Jika memilih kapal laut, informasi jadwal keberangkatan dan harga tiket bisa dilihat pada tabel berikut ini:

Nama KapalHariJamHarga Tiket
Gili IyangJum’at, Rabu, dan Minggu09.00 WIBRp. 76.000 (Dewasa) – Rp. 59.000 (Anak-anak)
Natuna EkspresSenin, Rabu, dan Sabtu09.00 WIBRp. 146.000 (Eksekutif) – Rp. 162.000 (VIP)
Bahari Ekspress 8ESelasa, Kamis, dan Minggu09.00 WIBRp. 146.000 (Eksekutif) – Rp. 162.000 (VIP)

Perlu diketahui bahwa harga tiket di atas bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Silahkan cross check harga terbaru di situs ini ataupun situs resmi wisata Bawean untuk harga tiket yang up to date.

Baca juga: Ranu Kumbolo

Penginapan di Pulau Bawean

Banyak wisatawan yang memilih untuk menginap agar bisa menjelajah Pulau Bawean sepuasnya.

Karena itulah, di pulau ini juga sudah tersedia penginapan dengan harga dan fasilitas yang berbeda-beda.

Beberapa penginapan atau hotel di Pulau Bawean yang recomended antara lain Penginapan Intan, Fathin Motel, Penginapan Bahagia, Senja Hotel, dan hotel yang dekat dari alun-alun Bawean yaitu Hotel Pujasera.

Paket Wisata Bawean

wanita-pulau-bawean
via instagram.com/sahabatperjalananmu

Liburan ke obyek wisata berbentuk pulau akan lebih mudah dan menyenangkan bila dilakukan dengan mengikuti paket wisata.

Nah jika ingin, saat ini sudah tersedia beberapa agen tour & travel yang menyediakan paket liburan Pulau Bawean.

Beberapa penyedia paket tour atau wisata ke pulau ini yang bisa dipilih antara lain open trip Bawean dari agen baweantripguide dan paket wisata Bawean dari kawankurniatour.

Selain itu ada juga tour Bawean 4 hari 3 malam dari ksmtour dan paket explore Bawean 3 hari 2 malam dari agen tour baweantourism.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai harga dan yang lainnya, silahkan hubungi penyedia paket wisata di atas.

Baca juga: Daftar Tempat Wisata Alam di Lumajang Jawa Timur

Wisata Pulau Bawean Gresik memang sangat beragam dan menggoda. Karena itu jika sedang berada di Gresik, jangan sampai lupa untuk berlibur ke Pulau Bawean. Selain itu jangan lupa juga mengajak semua anggota keluarga dan teman-teman agar liburan makin seru dan menyenangkan.

3 Ulasan untuk Pulau Bawean, Jawa Timur

  1. awesome… tetapi perlu ditingkatkan kualitas akomodasi nya, rangkaian wisata alam mulai dari danau hingga bawah laut yang sangat bagus,, recomended for tourist domestic and foreigner to see the beauty of bawean islan from top to under..

  2. Pulau terpencil yang penduduknya masih menjaga alamnya. Kadang di titik tertentu kalian bisa lihat monyet yang lalu lalang di jalan raya. Penduduknya menggunakan bahasa pulau mereka (sedikit ada campuran bahasa Madura). Jadi, beberapa orang tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia

  3. Tempat wisata disini masih asri karena belum terlalu banyak dijamak orang

Leave a Reply