Pulau Pahawang Lampung

Pernah dengar tidak nama pulau Pahawang?

Pulau ini adalah salah satu icon wisata di Lampung, lho.

Yang mungkin sudah bosan dengan tempat-tempat wisata di pulau Jawa atau pulau Lombok, maka sekali waktu tidak ada salahnya untuk melancong ke Lampung, ke obyek wisata Pulau Pahawang ini.

Pulau Pahawang menawarkan pesona alam yang indah, berpadu dengan pesisir pantainya yang masih sangat alami.

pulau-pahawang-lampung

via instagram.com/lampung.trip

Karena masih minim kunjungan wisatawan, liburan kita di pulau ini juga pasti akan lebih maksimal.

Nah, apa saja yang menarik di tempat wisata ini? Berikut ulasan selengkapnya.

Sekilas Pulau Pahawang

Pulau ini letaknya di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Indonesia.

Terdiri dari dua bagian yaitu Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil.

Pahawang Besar luasnya sekitar 1000 hektar dan merupakan pulau berpenduduk. Saat ini penduduknya tercatat sekitar 1600 lebih kepala keluarga.

Di Pulau Pahawang Besar sudah berdiri berbagai macam sarana prasarana umum seperti puskesmas dan sekolah.

Selain itu karena merupakan tujuan wisata, di pulau ini juga ada beberapa penginapan yang bisa disewa.

Sementara bagian kedua yakni Pahawang Kecil, luasnya hanya 13 hektar.

Pulau ini tidak berpenduduk dan kabarnya dimiliki oleh seorang WNA kaya raya bernama Mr. Joe.

Namun meskipun merupakan pulau milik perseorangan, Pahawang Kecil tetap bisa dikunjungi oleh wisatawan.

Bahkan, keindahan pulau kecil ini menurut banyak wisatawan jauh lebih indah dari pada Pahawang Besar.

Pesona Wisata Pulau Pahawang

pulau-pahawang-trip
via instagram.com/lampung.trip

Pulau ini menawarkan kealamian, ketenangan dan keramahan penduduk yang selalu menyambut hangat para wisatawan yang datang.

Hal ini tentunya sejalan dengan tujuan rata-rata wisatawan yang ingin mencari hiburan dan suasana tenang untuk melepaskan penatnya fikiran.

Karena itu kalau tempat-tempat wisata di dalam kota belum mampu memenuhi tujuan tersebut, saatnya alihkan tujuan ke Pulau Pahawang.

Pesona sebenarnya yang dimiliki pulau ini dan yang menjadi magnet bagi wisatawan adalah kawasan pantainya.

Selain masih alami dan bersih, di pantai Pulau Pahawang ada banyak spot snorkeling dengan pemandangan bawah laut yang sangat menakjubkan.

Bisa dikatakan bahwa snorkeling menjadi puncak segala pesona yang tersaji di pulau ini.

Karena itu saat berkunjung ke sana, jangan sampai lewatkan kesempatan menyelam dan menikmati indahnya taman laut Pulau Pahawang.

Sejarah Penemuan

pulau-pahawang-open-trip
via instagram.com/galuhleksmana

Ada dua versi cerita yang beredar di masyarakat mengenai asal usul atau sejarah ditemukannya pulau ini.

Versi pertama mengatakan bahwa pulau ini ditemukan oleh seorang nahkoda kabal bernama Pak Hawang.

Saat itu ia berlayar dan tersesat di Pulau Pahawang bersama seorang anak buahnya.

Lalu versi kedua menceritakan bahwa pulau ini ditemukan oleh seorang wanita berdarah campuran China-Betawi bernama Mpok Awang.

Versi kedua ini konon diperkuat dengan adanya sebuah kubur angker yang terletak di sebuah bukit batu di dalam pulau.

Berbagai Pilihan Wahana

Pulau Pahawang Besar dan Pahawang Kecil serta pulau-pulau di sekitarnya menyimpan berbagai pilihan wahana yang harus dijajal.

Nah agar tidak menyesal di kemudian hari, sebelum pulang pastikan kita sudah mengunjungi tempat-tempat menarik di bawah ini:

Taman Nemo

taman-nemo-pulau-pahawang
via instagram.com/pulaupahawanglampung

Dinamai demikian karena di tempat ini akan kita temukan banyak sekali ikan berjenis ikan Nemo.

Bagi yang belum tahu, ikan Nemo juga dikenal dengan nama ikan Giru atau ikan Badut.

Ikan ini bentuknya sangat lucu dengan warna ungu nya yang manis.

Keberadaan ikan Nemo ini menjadi daya tarik utama Taman Nemo yang merupakan spot snorkeling di Pulau Pahawang Besar.

Tanjung Putus

tanjung-putus-pulau-pahawang
via instagram.com/wisatategalmas

Spot ini sangat menggoda dan sangat menarik sebagai latar foto.

Tanjung putus ini adalah sebuah jembatan yang menghubungkan Pulau Tanjung Putus dengan Pahawang Besar.

Yang membuatnya menarik dan tentunya juga cukup unik adalah jembatan penghubungnya yang bisa menghilang.

Namun jangan khawatir, jembatan pasir tersebut hanya akan hilang jika air laut sedang pasang.

Nah saat air sedang surut, kita bisa berjalan melintasi jembatan alami ini dan berfoto di atasnya.

Baca juga: Pesona Tanjung Ga’ang di Pulau Bawean Gresik

Pulau Kelagian

pulau-kelagian-lampung
via instagram.com/lampung.trip

Satu rute dengan arah ke Pulau Pahawang, akan kita temukan pulau kecil yang bernama Pulau Kelagian.

Pulau ini juga terdiri dari dua bagian yaitu Kelagian Kecil dan Kelagian Besar.

Pulau Kelagian Kecil lebih sering dipilih sebagai destinasi wisata dibanding Kelagian Besar.

Karena meski ukurannya hanya 1 hektar, namun daya tariknya tidak kalah dengan Pulau Kelagian Besar bahkan Pulau Pahawang sendiri.

Di Pulau Kelagian kecil ini kita bisa menikmati pesisir pantai yang alami berhias pasir putih yang bersih.

Selain itu, di pulau ini juga terdapat beberapa spot snorkeling yang siap dijelajahi.

Baca juga : Wisata Pulau Natuna

Alamat Pulau Pahawang

Secara administratif pulau ini beralamat di Desa Pahawang, Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung.

Jika mengaksesnya dari Bandar Lampung yang merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung, maka dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai di sana.

Titik terakhir yang perlu kita tuju sebelum menyeberang ke Pulau Pahawang adalah Dermaga Ketapang.

Apapun jenis transportasi atau dari manapun rute kedatangan Anda, tujuan akhirnya tetap ke Dermaga Ketapang dulu.

Nah dari dermaga inilah nantinya kita akan menyeberang ke Pulau Pahawang menggunakan kapal dengan estimasi waktu berlayar sekitar 45 menit.

Baca juga : Keunikan Padang Sumatera Barat

Jam Buka

Pulau ini buka setiap hari 24 jam untuk kunjungan wisatawan.

HariJam Operasional
Setiap Hari24 Jam

Namun bagi yang tidak ingin menginap, maka tentunya harus menyesuaikan waktu liburan dengan jadwal balik kapal yang akan pulang ke Dermaga Ketapang.

Harga Tiket Masuk

gambar-pulau-pahawang
via instagram.com/wisatapahawangisland

Untuk memasuki Pulau Pahawang kita tidak perlu membeli tiket masuk.

Yang kita bayar hanyalah ongkos kapal saat menyeberang dari Dermaga Ketapang.

Ongkos kapal ini pun tidaklah terlalu mahal. Besarannya hanya sekitar Rp. 30.000 saja sekali jalan.

Jenis Tiket/WahanaHarga
Tiket MasukGratis
SnorkelingRp. 50.000
Banana BoatRp. 30.000
Ongkos KapalRp. 30.000

Kemudian untuk yang ingin snorkeling, di sana sudah ada penyewaan alat-alat snorkel dengan tarif sekitar Rp. 50.000.

Lalu bagi yang akan menginap, di pulau ini juga ada banyak penginapan dengan harga sewa bervariasi tergantung fasilitasnya.

Selain snorkel di Pahawang Besar juga ada wahana permainan air salah satunya banana boat.

Tarif sewa wahana ini untuk sekali putarannya adalah sekitar Rp. 30.000.

Penginapan Pulau Pahawang

deskripsi-pulau-pahawang
via instagram.com/tegalmas.island

Melanjutkan sedikit tentang penginapan, di pulau ini sudah tersedia berbagai bentuk penginapan mulai dari hotel, cottage, hingga wisma.

Beberapa penginapan tersebut antara lain homestay pak Selamat, Bumi Pahawang, homestay pak Arifin, dan penginapan pak Arsali.

Paket Wisata

Bagi wisatawan yang berasal dari luar pulau Sumatera, liburan ke pulau ini sebaiknya menggunakan jasa open trip ataupun paket wisata.

Saat ini ada banyak sekali penyedia jasa tour yang membuka paket wisata ke Pulau Pahawang dengan biaya murah mulai dari Rp. 450.000 saja.

Mengikuti paket wisata ada banyak kelebihannya.

Selain liburan Anda akan lebih terstuktur kegiatannya, sensasinya juga akan lebih menyenangkan karena dilakukan bersama banyak peserta lainnya.

paket-wisata-pulau-pahawang
via instagram.com/lampung.trip

Baca juga : Tempat Wisata di Padang

Pulau Pahawang Lampung sangat kami rekomendasikan bagi Anda yang sudah bosan dengan obyek-obyek wisata dalam kota. Apalagi bagi yang mendambakan tempat wisata yang alami dan tenang, maka pulau ini adalah tujuan wajib yang harus didatangi.

Loading...

Wisata Khas Pulau Natuna

Wahyoeni
6 min read

Tempat Wisata di Padang

Wahyoeni
4 min read