Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja, Yogyakarta

Jalan Tamanan, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Yogyakarta

6 Ulasan

Taman Sari Jogja bisa menjadi alternatif wisata saat Anda dan keluarga sedang berada di Yogyakarta.

Lebih-lebih bagi Anda yang akan berwisata ke Keraton Yogyakarta, maka sekalian saja mampir ke tempat wisata di Jogja yakni Taman Sari Jogja.

Tempat yang dulunya dijadikan taman kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini menawarkan wisata sejarah yang akan menambah wawasan Anda mengenai Keraton Jogja.

taman-sari-yogyakarta

Di sana ada bangunan-bangunan kuno dengan arsitektur unik yang sangat menarik untuk dijelajahi. Simak terus ulasan kami tentang Taman Sari Yogyakarta berikut ini.

Sekilas Taman Sari Jogja

Kejayaan Keraton Yogyakarta hingga kini masih menyisakan nilai-nilai kesultanan serta sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari.

Satu sisi yang tak bisa dilepaskan dari sejarah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, adalah berupa bangunan-bangunan istana serta beberapa area atau tempat yang dulu pernah dimanfaatkan oleh raja dan keluarga.

Salah satu tempat yang termasuk sangat bersejarah dalam mengiringi perjalanan kesultanan Keraton Jogja adalah bangunan yang ada di area Taman Sari Jogja.

Meski kondisinya kini sebagian besar sudah termakan usia, namun apa yang terkandung di dalamnya sampai saat ini masih terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja.

Taman Sari Jogja yang dulunya merupakan taman istana tempat sang raja dan para keluarga bercengkerama, kini banyak dikunjungi wisatawan saat weekend atau musim libur panjang tiba.

Bangunan-bangunan yang ada di taman ini selain memiliki nilai historikal yang kuat, ternyata memang cukup menarik sebagai tempat hunting foto.

Selain itu Taman Sari Jogja juga memiliki daya magis yang membuat wisatawan selalu tertarik untuk mengunjunginya.

Meski merupakan bagian dari Keraton Jogja, namun bentuk dan gaya bangunan yang ada di taman sari ternyata punya ciri dan konsep tersendiri.

Arsitektur dan Sejarah Pembangunan

istana-air-keraton-jogja
via instagram.com/mae_oneyemoment

Banyak yang mengatakan bahwa bangunan-bangunan yang ada di Taman Sari Jogja mengusung arsitektur Jawa dan Portugis.

Hal ini bisa dimaklumi karena orang yang mengarsiteki pembangunan taman ini memang seorang berkebangsaan Portugal bernama Demang Tegis.

Taman sari dibangun di atas lahan seluas 10 hektar. Di sana dulunya terdapat kanal air, gedung, pulau buatan dan danau, jembatan gantung serta gedung-gedung berbagai jenis.

Taman yang dulu dijuluki “the fragrant garden” ini dibangun saat Keraton Jogja dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwono I. Sekitar tahun 1758 sampai 1765.

Biaya pembangunannya konon ditanggung semuanya oleh bupati Madiun bersama warga Madiun saat itu. Imbalannya warga Madiun dibebaskan dari kewajiban membayar pajak.

Bupati Madiun saat itu adalah orang yang punya posisi strategis di kesultanan. Dia bernama tumenggung Prawirosentiko.

Sementara yang dipercaya menjadi pemimpin pembangunan taman ini adalah tumenggung Mangundipuro.

Namun entah mengapa, Mangundipuro kemudian mengundurkan diri dan posisi pimpinan proyek dipegang sepenuhnya oleh pangeran Notokusumo hingga taman sari selesai dibangun.

Sejak dulu istana air taman sari ini memang dijadikan sebagai tempat rekreasi keluarga kerajaan.

Selain itu, taman yang juga dikenal dengan nama water castle ini, ternyata difungsikan sebagai benteng pertahanan jika sewaktu-waktu kerajaan atau Keraton Jogja diserang musuh.

Area taman sari ini sebenarnya terbagai menjadi 4 bagian.

Di sisi sebelah barat terdapat pulau buatan dan danau, sebelah selatan ada pemandian umbul binangun, kolam garjitawati, dan pasarean ledok sari.

Tapi saat ini sisa-sisa bangunan yang bisa kita nikmati hanyalah bangunan yang ada di sebelah barat Kedathon.

Sementara bangunan lainnya hanya tinggal puing-puing bahkan ada juga yang sudah hilang dan tinggal nama.

Area taman yang dulunya sangat luas ini juga sekarang sebagiannya sudah dijadikan tempat pemukiman para penduduk yang dulu menjadi abdi kerajaan.

Taman Sari Jogja secara resmi difungsikan dan menjadi salah satu aset Keraton Jogja sejak tahun 1765 hingga 1812.

Baca juga: The Lost World Castle

Obyek Wisata

Mengunjungi tempat wisata ini kita akan menemukan sisa-sisa bangunan yang meski tidak semegah dulu, tapi tetap menarik untuk dijelajahi.

Beberapa bangunan yang masih utuh, semuanya menawarkan keunikan dan cerita sejarah tersendiri.

Berikut ini beberapa bangunan yang sering dijadikan obyek wisata di Taman Sari Jogja:

Pulo Kenongo

water-castle-keraton-jogja
via instagram.com/di3vi

Tempat ini dulunya menjadi salah satu area favorit raja dan keluarga untuk menikmati sarapan ataupun saat menjamu tamu kerajaan.

Di Pulo Kenongo yang merupakan pulau buatan ini, terdapat sebuah bangunan tinggi bernama Gedung Kenongo, yang dulunya menjadi tempat raja dan keluarga bersantai sambil sekali waktu menikmati tari-tarian.

Dari atas gedung yang menjadi gedung tertinggi di taman sari ini juga bisa kita lihat seluruh area taman sari dengan sangat leluasa.

Gapura Agung

Gapura ini cukup cantik dan unik untuk dijadikan latar foto.

Dulunya Gapura Agung merupakan tempat parkir kereta-kereta kencana milik sang raja dan juga tamu-tamu dari kesultanan lain.

Gapura ini tampak sangat megah dengan hiasan berupa bunga-bunga dan ornamen berbentuk sayap burung

Kolam Pemandian Raja

mitos-taman-sari-jogja
via instagram.com/syarifasyawati

Spot berikutnya yang sangat menarik dan disukai oleh banyak wisatawan untuk dijadikan latar foto adalah kolam pemandian raja.

Kolam ini terdiri dari tiga bagian yang dulunya difungsikan sebagai tempat mandi raja dan keluarganya.

Ketiga kolam tersebut ialah Umbul Kawitan sebagai tempat mandi putri raja, Umbul Panguras untuk sang raja, dan Umbul Pamuncar untuk para selir.

Selain airnya yang bersih dan berwarna kebiruan, keindahan kolam ini juga semakin padu dengan adanya hiasan berupa air mancur dan bunga-bunga yang ditempatkan di pinggir kolam.

Sumur Gumuling

Mendengar namanya Anda mungkin menyangka bahwa ini adalah sebuah sumur.

Namun ternyata, bangunan yang dinamakan sumur gumuling ini adalah sebuah masjid bawah tanah yang saat ini sering digunakan sebagai lokasi preewedding.

Yang unik di dalam masjid ini ada sebuah panggung persegi yang memiliki 5 anak tangga.

Selain mencerminkan rukun iman yang 5 dari jumlah anak tangganya, di panggung inilah dulunya muazzin mengumandangan azan.

Di bawah panggung tersebut juga terdapat sebuah sumur yang hingga kini masih berair.

Nama Sumur Gumuling kemungkinan besar digunakan karena adanya sumur tersebut.

Gapura Panggung

denah-taman-sari-yogyakarta
via instagram.com/anggreani_p_s

Gapura ini letaknya berada di sekitar kolam pemandian.

Dulunya Gapura Panggung ini konon merupakan area private bagi sang raja dan keluarganya.

Hingga kini di ruang pribadi sang raja masih bisa kita lihat sebuah lemari pakaian dan beberapa cermin yang dulunya digunakan isri raja saat berhias.

Dari Gapura Panggung ini juga, sang raja dulunya sering menikmati indahnya pemandangan Taman Sari Jogja yang berhias danau-danau dan bunga-bunga aneka warna.

Pulo Cemethi

Pulo Cemethi atau Pulo Panembung ini letaknya disebelah Pulo Kenongo.

Di sini terdapat bangunan berlantai dua yang dulu menjadi tempat raja untuk bermeditasi.

Selain itu Pulo Cemethi ini juga dulunya dijadikan sebagai tempat menyimpan baju perang, senjata, berlatih perang, dan menyusun strategi.

Alamat

Istana air atau Taman Sari Jogja beralamat di Jln. Tamanan, Patehan Keraton, Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta.

Lokasi tempat ini cukup strategis dan dekat dari Malioboro yang merupakan pusat Kota Jogja.

Karena itu untuk menuju lokasinya kita bisa menggunakan kendaraan pribadi roda dua atapun roda empat.

Angkutan umum yang mengarah langsung ke lokasi Water Castle Keraton Yogyakarta ini juga cukup banyak.

Dari Malioboro kita hanya membutuhkan waktu tempuh berkendara sekitar 10 atau 15 menit dengan jarak hanya 10 kilometer saja.

Rute Menuju Taman Sari

Tidak sulit untuk menemukan titik lokasi obyek wisata ini.

Kalau datang dari arah Malioboro, silahkan menuju alun-alun utara Keraton Jogja melalui titik nol kilometer Jogja.

Di alun-alun ini silahkan belok kanan ke arah Jalan Ngasem dan lurus saja hingga sampai di Pasar Ngasem.

Nah di Pasar Ngasem, silahkan belok kiri menuju Jalan Tamanan mengikuti papan penunjuk jalan ke lokasi taman sari.

Jam Buka

jam-buka-taman-sari
via instagram.com/setyoyudis

Obyek wisata sejarah di Jogja ini dibuka setiap hari mulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 2 siang.

HariJam Operasional
Setiap Hari08.00 – 14.00 WIB

Karena itulah bagi yang ingin puas menjelajahi kawasannya, dianjurkan agar datang pagi-pagi bila perlu sebelum jam operasional dimulai.

Terlebih jika datang saat weekend atau libur panjang, tempat ini akan sangat ramai sehingga kita pasti kurang puas jika datang terlalu siang.

Tiket Masuk

Tidak perlu membayar mahal untuk memasuki tempat wisata di Jogja kota ini.

Harga tiketnya hanya Rp. 5000 saja, ditambah beberapa ribu rupiah untuk retribusi parkir jika datang menggunakan kendaran pribadi.

Selain itu di tempat ini ada juga para pemandu yang bisa dibayar untuk membantu kita saat menjelajahi kawasan taman sari.

Bagi yang membutuhkan pemandu wisata, selain tiket masuk juga harus membayar jasa guide dengan tarif sekitar Rp. 25.000 hingga Rp. 30.000.

Jenis TiketHarga
Tiket MasukRp. 5000
Pemandu WisataRp. 25.000 – Rp. 30.000

Namun hati-hatilah saat memilih pemandu. Pastikan pemandu tersebut memiliki lisensi agar informasi tentang Taman Sari Jogja yang disampaikan kepada Anda tidak sembarangan.

Karena menurut beberapa informasi, saat ini di lokasi taman sari juga ada beberapa pemandu gadungan yang beroperasi tanpa lisensi resmi.

Baca juga: Wisata foto Taman Pelangi Jogja

Fasilitas Umum

tiket-masuk-taman-sari-jogja
via instagram.com/aizatrodzai

Ketersediaan fasilitas yang memadai semakin memberi kenyamanan dan kepuasan rekreasi di istana air ini.

Beberapa fasilitas umum yang akan kita jumpai di tempat ini antara lain area parkir, tempat ibadah, toilet, warung makan, pemandu wisata, dan toko souvenir.

Hotel di Sekitar

Warga luar Jogja yang liburan ke tempat ini dan berniat untuk bermalam bisa memilih beberapa hotel yang dekat dari lokasi wisata.

Hotel-hotel yang recomended sebagai tempat menginap antara lain Hotel Neo Plus Awana, Villa Pondok Terra, Homestay Silas Garden, Hotel Diana Jogja, dan Hotel Taman Sari.

Hotel-hotel di atas selain menyediakan hunian yang nyaman lengkap dengan fasilitasnya, juga bisa disewa dengan biaya cukup murah yakni sekitar Rp. 150.000 hingga Rp. 500.000 per malam.

Obyek Wisata Terdekat

Jam buka taman sari yang hanya setengah hari membuat para wisatawan masih punya banyak waktu jika ingin melanjutkan liburan ke tempat lain.

Beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi dan lokasinya dekat dari taman sari antara lain Keraton Jogja, Kebun Binatang Gembira Loka, Alun-alun jogja, dan Masjid Gede Kauman.

Selain itu ada juga Museum Sonobudoyo dan Goa Jomblang bagi yang ingin menikmati sansasi cave tour.

Baca juga: Daftar Tempat Wisata Romantis di Jogja

Nah demikianlah penjelasan Taman Sari Jogja yang saat ini menjadi salah satu tujuan wisata wajib saat rekreasi ke Yogyakarta.

Kalau nantinya Anda liburan kesini, jangan lupa ajak semua keluarga dan teman-teman agar perjalanan wisata Anda jadi lebih seru dan menyenangkan.

6 Ulasan untuk Taman Sari Jogja, Yogyakarta

  1. Pengalaman pertama berkunjung kesini sangat mengecewakan.. Baru sampai ,beli tiket masuk dan tiket kamera, pd saat mau masuk saya take video hanya utk dokumentasi pribadi. Tetapi petugas disana melarang dan menyuruh seluruh video yg sudah di ambil di area situs dsuruh dihapus krn di dalam ada petugas yg berjaga utk merazia. Dr situ okelah gpp saya hapus smua video di depan petugas .nah yg saya kurang setuju setelah menghapus video2 diluar td ,petugas melihat saya memakai baju dengan warna yg sama dengan pasangan sy .dan sy dsuruh membayar spot foto utk prewed/session. Pdhl saya kesana hny utk sekedar foto dan melihat2 bukan untuk foto session. Tolong untuk penyelenggara dilihat juga dan harus nya bsa membedakan mana yg untuk professional fotografi dan mana yg hanya sebatas foto2 saja. Jgn hanya melihat membawa kamera digital dan memakai baju dengan warna yg sama lalu disuruh membayar untuk foto session.. Dan cuma sisa foto ini saja yg belum terhapus. Terima kasih, smoga dpt menjadi bahan pertimbangan.

  2. Tempat wisata bersejarah yang ada di Yogyakarta dan bekas dari taman Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Di bangun pada masa HB 1 dan mendapat sebutan “The Fragrant Garden”.nSekarang tersisa beberapa bangunan saja seperti kolam pemandian yang ada di depan saat pertama kali memasuki area Tamansari.nUntuk komplek yang memiliki tangga 5 yang biasanya digunakan untuk anak milenial foto itu dulunya adalah tempat ibadah. nKonon 5 tangga berarti rukun iman dan rukun Islam, 9 pintu berarti wali songo, dibagian bawah ada kolam kecil untuk berwudhu dan di bagian dalam ada ceruk untuk imam.nKalo kesini lebih afdol jika memakai jasa guide.nHtm murah kok cuma 5 ribu untuk wisatawan lokal.

  3. merupakan situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. nnAwalnya, taman ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja. nnRekomendasi dikunjungi sepagi mungkin, agar tidak terlalu ramai dan airnya masih terlihat sangat jernih

  4. Bangunan kerajaan berupa taman dan pemandian yang mana kalau mau kesini enggak sulit karena berada di tengah kota. Kompleks yang dikelilingi pemukiman warga, dan sangat luas bisa bikin nyasar. nnBuka dari jam 9 pagi, dan disarankan datang lebih awal kalau mau cari foto, karena banyak yang rela mengantri untuk berfoto di spot-spot foto tertentu misalnya di ‘tiga tangga’, terowongan. Memasuki jam 10 ke atas sudah ramai dan susah kalau mau foto, dan kalau siang juga udah mulai panas.nnParkir tersedia untuk mobil dan motor, bayar dong.

  5. Tempat dimana prewedd saya di lakukan.nSudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat pertama kali ketempat ini bersama pacar(suami sekarang) pada saat itu.nTempatnya indah, bagus,, bangunan kuno yg terjaga kebersihannya,kerapian nya.nLokasi nya terletak agak di dalam, pertama kesini kesasar-sasar. Namun sekarang sudah ada google maps sehingga memudahkan kita untuk ketempat ini.nTempatnya menyenangkan,indahh, dan luass, bisa eksplore foto menghabiskan file foto kita.nPrewedd pada waktu itu membayar tiket masuk, kemudian prewed sekitar 250rb atau 350rb saya lupa maaf, guide sukarela.nBerkunjung ditempat ini enak disaat hari biasa. Sepi dan tentu mendapatkan hasil foto yg maksimal.

  6. Taman sari itu adalah sebuah bangunan kuno milik keraton Yogyakarta yang berupa kolam pemandian. Ciri khas klasiknya masih dipertahankan. Tembok nya sangat indah cocok untuk Photography, biasanya dipakai untuk photo pre-wedding dan post wedding dan juga sekedar berfoto bersama teman dan keluarga.nOh iya kolamnya sudah tidak boleh buat mandi loh ya… Heheheee..

Leave a Reply