Tebing Breksi

Tebing Breksi, Yogyakarta

Gn. Sari, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

8 Ulasan

Jika kalian menginginkan pengalaman wisata yang benar-benar berbeda dan tiada dua, cobalah berwisata ke Tebing Breksi Jogja. Khususnya bagi kalian yang nge-fans dengan tempat wisata yang memiliki unsur edukasi dan budaya, maka tempat ini jangan sampai terlewatkan.

Yogyakarta menjadi salah satu daerah di Indonesia yang mendapatkan anugrah keberlimpahan akan tempat wisata. Kota yang juga dikenal dengan julukan kota gudeg ini memiliki hampir semua jenis tempat wisata mulai dari wisata alam, sejarah, edukasi, bahari, hingga jenis wisata kuliner.

Untuk jenis wisata bahari, jangan bilang kalian tidak tahu bahwa Jogja memiliki pantai parangtritis, pantai indrayanti atau pantai pulang syawal, pantai pok tunggal, dan pantai sandak yang keberadaannya sudah terkenal sampai ke penjuru-penjuru tanah air.

Lalu untuk jenis wisata sejarah, kota ini memiliki kota tua, benteng vredeburg, monumen serangan umum 1 Maret, makam imogiri, musemu perjuangan, dan masih banyak yang lainnya.

tebing-breksi-jogja


Kemudian untuk jenis wisata kuliner, edukasi dan wisata alam, kondisinya sama saja, ketiga jenis wisata ini juga dengan mudah dapat kalian temukan keberadaannya di kota Jogja, lebih-lebih, baru-baru ini telah dibuka dan diresmikan sebuah tempat wisata alam yang termasuk juga wisata edukasi serta budaya bernama Tebing Breksi, yang akan menambah pilihan tujuan tempat berlibur berjenis wisata alam di Jogja.

Meski hanya berupa tebing, tapi tentu Tebing Breksi ini bukan tebing biasa. Di tempat ini telah ada banyak spot unik, menarik dan instagramable yang bisa dinikmati dan di-eksplore oleh para wisatawan.

Mari baca ulasan lebih mendalam mengenai Tebing Breksi Jogja.

Tebing Breksi

Berdasarkan referensi dari banyak media online di Internet, semisal wikipeda dan yang lainnya, diketahuilah bahwa Tebing Breksi ini mulai diresmikan dan dibuka untuk kunjungan wisatawa pada sekitar tahun 2015 silam. Kala itu peresmian tempat wisata ini dihadiri dan dilakukan langsung oleh raja yogyakarta yakni Sri Sultan Hamengkubuwono.

Dari mana awal mula tebing ini dijadikan tempat wisata? adakah sejarah yang melatar belakanginya? Jawabannya memang ada.

Baca juga: Pinus Pengger Jogja

Sejarah Tebing Breksi

Sejarah Tebing Breksi tak bisa terlepas dari tambang batu kapur yang dulunya berada di tempat atau lokasi Tebing Breksi ini. Di sinilah dulunya, sekira mulai tahun 80-an, para warga Jogja yang mendiami daerah sekitar Tebing, mengais rizki dari menambang bahan bangunan di tempat ini. pekerjaan itulah dahulu satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

sejarah-tebing-breksi
via instagram/tebing_breksi

Semua berjalan biasa saja, normal dan tak ada rintangan berarti sampai tibanya para peneliti ke tambang batu kapur.

Penelitian pun dimulai dan berlangsung beberapa waktu lamanya, setelah usai mengkasi lokasi tambang, para peneliti menemukan fakta bahwa ternyata batu kapur yang terkandung dalam tanah di Tebing Breksi ini merupakan endapan abu vulkanik yang berasal dari Gunung Nglanggeran, Gunung Kidul.

Berdasarkan hasil temuan tersebut, maka saat itu juga aktivitas penambangan di lokasi Tebing Breksi dihentikan dan dilarang untuk dilakukan. Penghentian tersebut karena kawasan Tebing Breksi sudah dianggap dan termasuk ke dalam kawasan cagar budaya yang keberadaannya harus terus dijaga dan dilestarikan, alih-alih ditambang.

Setelah aktivitas tambang dihentikan total, lokasi tambang beberapa waktu dibiarkan terbengkalai tanpa diurus. Untungnya, berkat ide dari para masyarakat eks penambang, kawasan yang belum terurus itu kemudian dipoles pelan-pelan hingga menarik dan akhirnya jadilah ia seperti rupa yang sekarang kita lihat sebagai tempat wisata Tebing Breksi. Meski mungkin tak seromantis tempat wisata romantis di Jogja yang lain, tapi tempat ini memang layak menjadi salah satu tujuan destinasi favorit di Yogyakarta.

tebing-breksi-adalah
via instagram/tebing_breksi

Mungkin ada yang bertanya, dari mana kata breksi itu ditemukan dan dipilih sebagai nama tebing ini?

Nah hebatnya, penamaan tebing ini dengan nama Tebing Breksi juga merupakan hasil dari ide dan kreatifitas warga sendiri. Tebing ini dinamai Tebing Breksi karena guratan bekas proses penggalian dan pengambilan material bangunan yang dulu dilakukan, menurut warga sangat persis dengan yang ada di bukit batu di bandung dan di bali yang ternyata dinamai juga dengan nama breksi.

Disepakatilah akhirnya kawasan tebing seluas 5.600 meter persegi ini dinamai Tebing Breksi.

Baca juga : Pantai Sadranan Gunung Kidul

Lokasi Tebing Breksi

Lokasi Tebing Breksi beralamat lengkap di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Diukur dari pusat kota Jogja, jarak yang harus ditempuh untuk sampai di lokasi adalah sekitar 18,5 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit berkendara.

Lalu rute ke Tebing Breksi yang bisa dan paling mudah untuk kalian ikuti ialah rute melalui Candi Prambanan. Di ukur dari candi ini ke objek wisata Tebing Breksi, kalian hanya perlu menempuh perjalanan sejauh 7 kilometer saja.

tebing-breksi-yogyakarta
via instagram/tebing_breksi

Mulailah dari pasar Prambanan dan arahkan kendaraan kalian ke kanan menuju Piyungan. Setelah sampai Piyungan dan menemukan pertigaan, kalian tinggal melanjutkan perjalanan ke arah kiri dan hanya menyisakan 1 kilometer lagi untuk benar-benar sampai di lokasi Tebing Breksi.

Alat transportasi yang kalian gunakan mengarungi medan jalan ke Tebing Breksi bisa apa saja, mau pakai sepeda moto, mobil, ataupun angkutan umum silahkan saja. Hanya, harap perhatikan kondisi kesehatan kendaraan yang akan kalian gunakan karena jalanan yang akan dilewati cukup terjal dan agak menanjak.

Oh ya, rute menuju Tebing Breksi juga bisa kalian lihat pada peta yang ditunjukkan di Google Maps berikut ini: Peta lokasi Tebing Breksi

Baca juga : Cave Tubin Goa Pindul Jogja

Harga Tiket Masuk Tebing Breksi

Untuk memasuki kawasan wisata ini kalian hanya perlu membayar harga tiket masuk Tebing Breksi seikhlasnya saja. Pengelola ternyata tidak mematok harga tiket khusus untuk wisatawan yang ingin memasuki tebing breksi berapapun jumlah rombongan dan kapan pun mereka datang.

Yang wajib adalah kalian harus membayar biaya parkir sebesar Rp. 2000 per sepeda motor dan Rp. 5000 per mobil. Terhitung murah juga karena dengan biaya sejumlah itu kendaraan kalian akan aman dari pencurian atau hal lain yang tidak diinginkan.

tebing-breksi-sunset
via instagram/tebing_breksi

Fasilitas Tebing Breksi

Untuk fasilitas wisata sendiri Tebing Breksi sudah memilikinya dengan cukup lengkap. Kalian bisa menemukan fasilitas umum seperti areal parkir yang aman, musholla atau tempat ibadah, kamar mandi plus toilet, dan juga tidak lupa lapak-lapak penjual makanan.

Fasilitas yang diperlukan untuk membudahkan aktivitas di lokasi tebing juga tersedia, demikian juga dengan beberapa wahana atau spot foto nya. Namun untuk spot yang ada di dalam lokasi mungkin beberapa diantaranya harus disewa atau wajib beli tiket dulu untuk menggunakannya, jadi siapkan saja dompet kalian.

Baca juga : Bukit Bintang Jogja

Jam Buka Tutup Tebing Breksi

Tebing breksi dibuka atau beroperasi untuk kunjungan wisatawan setiap harinya mulai dari pukul 05.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB.

Nah bagi kalian yang suka melihat sunrise, maka datanglah pagi-pagi sekitar pukul 05.00 atau lebih sedikit agar tidak telat dan dapat melihat sunrise dari posisi yang tepat. Sunrise di sini cukup indah dan tentunya sangat menarik apabila diabadikan dengan kamera.

Selain di pagi hari untuk melihat sunrise, waktu yang recomended untuk datang ke sini adalah pada sore hari. Saat itu areal tempat wisata biasanya sudah sepi dan hawa udara sudah tidak terlalu panas. Jadi kalian bisa dengan mudah mengakses spot-spot foto tanpa harus berjejalan dengan pengunjung lain.

harga-tiket-masuk-tebing-breksi
via instagram/tebing_breksi

Siang hari juga sebenarnya bagus, saat ini meskipun panas tapi hasil foto yang akan kalian dapatkan biasanya akan lebih bagus karena cahaya sedang terang-terangnya. Untuk waktu kunjungan ini terserah pilihan kalian saja. Pilih yang sesuai dengan tujuan dan kebiasaan kalian.

Daya Tarik dan Aktivitas Yang Bisa Dilakukan

Daya tarik utama dari tempat wisata Tebing Breksi ini tentunya objek tebing bekas galian tambang nya yang ternyata menghasilkan rupa tampilan yang cukup unik. Guratan-guratan bekas peralatan tambang yang terlukis di sisi-sisi tebing juga terlihat menarik saat difoto.

Apalagi sekarang di beberapa titik tebing sudah dibuat beberapa ukiran yang menampilkan karakter wayang dan juga naga, yang kadang diburu sebagai spot berfoto para pengujung.

Baca juga : Jogja Bay Pirates Waterpark

Lalu di bagian tengah kawasan kalian akan mendapati sebuah gelanggang berbentuk bundar yang dikelilingi oleh tempat duduk yang juga ditata membundar mengelilingi gelanggang, mirip seperti colloseum di Itay sana. Gelanggang ini sering menjadi tempat diselenggarakannya even-even besar seperti Sleman temple run, berbagai acara festival kesenian, bahkan sebagai tempat konser musik.

Kemudian naik ke atas tebing, kalian akan melewati beberapa anak tangga yang sekilas biasa saja namun banyak diburu oleh para wisatawan sebagi spot untuk berfoto, ternyata memang hasil foto di anak tangga ini meskipun sederhana tapi kelihatan cukup unik, apalagi bila dipadukan dengan pose atau gaya berfoto yang unik juga, misalnya berpose bersama burung-burung hantu di sore hari.

tebing-breksi-2019
via instagram/tebing_breksi

Selanjutnya di atas puncak tebing kalian bisa menikmati kesejukan angin dan bentangan alam Jogja dengan sangat leluasa. Dari sini kalian bisa melihat dengan jelas atap-atap rumah warga Jogja yang sekilar tanpak seperti papan catur. Selain itu, dari sini juga nampak dengan gagahnya bangunan candi Prambanan dan candi Ratu Boko di kejauhan.

Selain beberapa hal di atas, di Tebing Reksi juga kalian bisa mencoba berkeliling kawasan dengan kendaraan offroad yang disediakan pengelola hanya dengan mengeluarkan biaya sewa beberapa ratus ribu, kalian bisa berkeliling kawasan Tebing Reksi sepuasnya.

Baca juga daftar tempat wisata di Jogja di sini: Tempat Wisata di Jogja

Berlibur ke tempat wisata Tebing Breksi Jogja bisa menjadi alternatif bagi kalian yang mungkin ingin merasakan sensasi liburan yang benar-benar berbeda dari sekedar sensari liburan ke pantai, air terjun, museum, ataupun objek wisata jenis lainnya. Selain mendapatkan kesenangan, di Tebing Breksi juga kalian bisa belajar mengenai alam dan budaya.

Kalau kalian berasal dari Jakarta atau Banten, di Tangerang ada salah satu tempat wisata yang tak kalah indah dari Tebing Breksi. Suasananya mungkin agak mirip karena sama-sama berupa tebing-tebing dan terdapat banyak spot foto. Kalau kalian tertarik untuk ke sana, Tempat wisata tersebut bernama Tebing Koja atau Tebing Koja Godzilla.

Belajar Bahasa Inggris

8 Ulasan untuk Tebing Breksi, Yogyakarta

  1. Tebing Breksi merupakan tempat wisata yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. Lokasinya berada di sebelah kidul Candi Prambanan dan berdekatan dengan Candi Ijo serta Kompleks Keraton Boko. Lokasi Wisata Tebing Breksi tepatnya berada di Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572.nnKeindahan Tebing Breksi JogjannTaman wisata Tebing Breksi adalah tempat wisata alam di Jogja. Sesuai dengan namanya, tempat wisata ini merupakan perbukitan batuan breksi. Tebing batuan breksi yang memiliki corak yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.nnSejarah Wisata Tebing Breksi JogjannSebelum menjadi tempat wisata, lokasi Taman Tebing Breksi sebelumnya adalah tempat penambangan batuan alam. Kegiatan penambangan ini dilakukan oleh masyarakat sekitar. Di sekitar lokasi penambangan terdapat tempat-tempat pemotongan batuan hasil penambangan untuk dijadikan bahan dekorasi bangunan.nnSejak tahun 2014, kegiatan penambangan di tempat ini ditutup oleh pemerintah. Penutupan ini berdasarkan hasil kajian yang menyatakan bahwa batuan yang ada di lokasi penambangan ini merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran. Kemudian lokasi penambangan ditetapkan sebagai tempat yang dilindungi dan tidak diperkenankan untuk kegiatan penambangan.nnSetelah penutupan aktivitas tambang tersebut, masyarakat mendekorasi lokasi bekas pertambangan ini menjadi tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Tepatnya pada bulan Mei 2015, Tebing Breksi ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai tempat wisata baru di Jogja.nnPotensi wisata yang dimiliki Tebing Breksi nnKehadiran tebing yang sekaligus dijadikan sebagai salah satu lokasi tempat wisata ini pasti mempunyai alasan tertentu yang membuat objek wisata ini disebut menjadi salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Pasalnya, potensi wisata alam yang dimilikinya menawarkan banyak hal yang tidak boleh dilewatkan, diantaranya adalah pemandangan dinding tebing dengan ornamen patahan yang terlihat begitu artistik. Sebab, pada dasarnya tebing ini memang sudah terbentuk jutaan tahun yang lalu dan dijadikan sebagai tempat penambangan. Walaupun saat ini sudah tidak lagi dijadikan sebagai tempat penambangan, tapi sisa-sisa dari aktivitas penambangan tersebut mampu menghadirkan ornamen pahatan yang membuat tebing tersebut tampak seperti kue lapis.nnItulah yang menjadi salah satu potensinya, sehingga tebing yang satu ini menjadi sangat menarik untuk dikunjungi. Berfoto dengan latar tebing, sepertinya menjadi salah satu hal yang wajib untuk dilakukan. Oleh karena itu, tak heran jika tebing ini menjadi salah satu tempat favorit untuk berfoto, terutama bagi para pasangan yang sedang melakukan sesi pre wedding dan momen sepesial lainnya. Hal yang paling istimewa saat berada di tebing ini adalah, dari atas tebing para wisatawan bisa melihat keseluruhan kota Jogja, bahkan aktivitas masyarakat pun dapat terlihat dari atas tebing, seperti pesawat yang lepas landas, kendaraan yang hilir mudik dan lain sebagainya.

  2. TEBING BREKSI. Harga tiket masuk nya murah ( terjangkau ) nkarena kebetulan saya kesana menggunakan mobil jadi dikenakan biaya parkir mobil Rp 5000 + tiket masuk Rp 5000 / orang . untuk mencapai lokasi dapat menggunakan motor atau mobil, sepertinya tidak ada kendaraan umum, jalan menuju kesana berbukit dan menanjak curam, jadi penting untuk memastikan kendaraan anda sehat utk menuju kesana. Breksi ini merupakan kawasan bukit batu, yang dulu nya digunakan untuk tambang batu. sekarang sudah tidak aktif lagi tambang nya. ketika sampai disana akan di suguhkan pemandangan batu batu tinggi dan besar, sekarang ini lokasi wisata tebing breksi sudah di kelola dengan cukup baik, dari lahan parkir yang luas hingga tempat makan, bahkan mushola pun tersedia dengan baik dan bersih . nnuntuk menikmati tempat ini anda dapat memilih berjalan kaki atau menggunakan mobil sejenis jeep 4×4 ( bayar terpisah ). pemandangan nya bagus dan indah, ketika kita berada di puncak nya dapat melihat pemandangan kota jogjakarta dan gugusan gunung merapi serta merbabu, ketika langit sedang cerah saat itu moment yang sangat tepat. nnsaya sangat menikmati pemandangan disana, karena semuanya sudah di kelola secara profesional oleh pihak pengembang. serta tempat ini bersih sehingga sangat nyaman bagi pengunjung dan pegawai nya ramah ramah , dan kebetulan saat saya berkunjung sedang ada bazaar yang diselenggarakan oleh Pemprov DIY Jogjakarta nnPelayanan 8/10nharga 10/10nkebersihan 8/10nnsemoga kedepan nya pelayanan dan fasilitas nya dapat selalu ditingkatkan. sukses selalunsaya berkunjung kesini pada bulan januari 2020 ( saat musim hujan ) nnTerima Kasihnn—-ENGLISH VERSIONnThe price of admission is cheapnbecause it was spent with me there using a car so that the car park fee is Rp 5,000 + entrance ticket Rp 5,000 / personnnto reach the location can use a motorcycle or car, meaning there is no public transportation, the road to get there is hilly and uphill, so it is important to make sure your vehicle is healthy to get there.nnThis breccia is a rock hill area, which was used as a rock quarry. now no longer active.nncompilation until there will be presented with a view of tall and large rocks, now the location of the breccia cliff tourism has been managed quite well, from a large parking lot to a place to eat, even the mosque was available well and clean.nnto enjoy this place you can choose to walk or use a 4×4 type jeep (pay separately).nnthe view is nice and beautiful, our compilation is at its peak can see the view of the city of jogjakarta and the mountain clusters of merapi and merbabu, the sky compilation is completing that moment which is very appropriate.nnI really enjoy the view there, because everything has been managed by a professional by the developer. Also this place is clean so it is very convenient for visitors and friendly staff, and talks when I was visiting a bazaar organized by the Yogyakarta Provincial GovernmentnnService 8/10nthe price of 10/10ncleanliness 8/10nnhopefully in the future the services and facilities can always be improved. always successnI visited here in January 2020 (during the rainy season)nnthank you

  3. Berawal dari sebuah gagasan yang muncul dari kecerdasan SDM masyarakat sekitar yang layak kita acungi jempol, patut diapresiasi. Karena kepeduliannya terhadap lingkungan, guna melindungi ornamen-ornamen patahan dinding tebing yang terbentuk dari bebatuan gunung api purba Nglanggeran, kemudian ditambahkanlah berbagai dekorasi maka muncullah Tebing Breksi. Ya, itulah visual yang dihasilkan dari sisa-sisa penambangan batu alam di lokasi. Alhasil lahirlah sebuah tempat wisata yang layak untuk dijadikan destinasi. nnBagaimana tidak, sesuatu yang awalnya adalah sumber pendapatan yang berasal dari sebuah proses yang sifatnya merusak, bisa disulap sedemikian rupa sehingga kini perolehan manfaat yang didapat masyarakat justru semakin terdongkrak. Inilah konsep bisnis yang bijak. nnDibuka Mei 2015 oleh Sri Sultan HB X, tebing ini adalah saksi bagaimana manusia sesungguhnya adalah makhluk kesayangan Tuhan, yang sesuai fitrahnya dikaruniai kepandaian, kesempurnaan, kemuliaan, dan kesucian di dalam sebuah wujud yang terdiri dari raga dan ruh. nnJika bisa memanfaatkan potensi alam dengan bijak, maka kenapa harus merusak? nJika bisa memaksimalkan manfaat, untuk apa mengedepankan mudharat?

  4. Sebelum menjadi tempat wisata, lokasi Taman Tebing Breksi sebelumnya adalah tempat penambangan batuan alam. Kegiatan penambangan ini dilakukan oleh masyarakat sekitar. Di sekitar lokasi penambangan terdapat tempat-tempat pemotongan batuan hasil penambangan untuk dijadikan bahan dekorasi bangunan.nnSejak tahun 2014, kegiatan penambangan di tempat ini ditutup oleh pemerintah. Penutupan ini berdasarkan hasil kajian yang menyatakan bahwa batuan yang ada di lokasi penambangan ini merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran. Kemudian lokasi penambangan ditetapkan sebagai tempat yang dilindungi dan tidak diperkenankan untuk kegiatan penambangan.nnSetelah penutupan aktivitas tambang tersebut, masyarakat mendekorasi lokasi bekas pertambangan ini menjadi tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Tepatnya pada bulan Mei 2015, Tebing Breksi ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai tempat wisata baru di Jogja.nnKehadiran tebing yang sekaligus dijadikan sebagai salah satu lokasi tempat wisata ini pasti mempunyai alasan tertentu yang membuat objek wisata ini disebut menjadi salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Pasalnya, potensi wisata alam yang dimilikinya menawarkan banyak hal yang tidak boleh dilewatkan, diantaranya adalah pemandangan dinding tebing dengan ornamen patahan yang terlihat begitu artistik. Sebab, pada dasarnya tebing ini memang sudah terbentuk jutaan tahun yang lalu dan dijadikan sebagai tempat penambangan. Walaupun saat ini sudah tidak lagi dijadikan sebagai tempat penambangan, tapi sisa-sisa dari aktivitas penambangan tersebut mampu menghadirkan ornamen pahatan yang membuat tebing tersebut tampak seperti kue lapis.

  5. Tebing Breksi adalah wisata alam yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarra. Wisata ini menampilkan untuk para wisatawan yaitu keindahan tebing dan beberapa candi yang terdapat di sekitar tebibg breksi tersebut.Disana kita bisa menikmati perjalanan dengan jeep yang bisa kita sebut sebagai Off Road akan tetapi jalur Off Road tersebut kurang menantang.Tempat ini kurang mebarik bagi wisatawan luar negri karena mayoritas wisatawan luar negri liburan ke Indonesia karena ingin menca ri indahnya pesona alam di Indonesia dan di tebing breksi iani kurang memperhatikan suasana alam yang ada di sekitar tebing.Diatas tebing breksi ini banyak pohon2 yang ditebangi untuk spot spot foto jadi ini ulasan menurut pengelihatan dan pengalaman saya kalo ada yang salah mohon maaf sekian dan trima kasih

  6. Unik karena isi nya bebatuan alam. Kalau siang, panas bangeeet! Lebih baik datangnya sore, di atas jam 4 sampai maghrib. Udaranya sejuk, golden hournya keren, menikmati sunset dari puncak tebing itu recommended bgt. Apalagi ditambah sama pemandangan pesawat yang mau landing atau take off. Beruntung kalau ada moment itu dan langsung kita berfoto dengan background pesawat yang dekat jaraknya dengan kita

  7. Lokasinya di timur (dekat candi prambanan). Tebing breksi masih satu komplek dengan candi ijo, disarankan juga mengunjungi situs tersebut. Yang ikonik adalah ukian wayang yang cukup besar di salah satu sisi tebing. ada beberapa spot menarik jika kita menaiki tebing. Ada beberapa hewan juga yang disewakan untuk foto bersama.nnYang perlu diperhatikan jika datang di musim kemarau adalah sedia payung/topi dan kaca mata hitam. Karena cukup terik, untuk kegiatan hunting foto cukup bagus.nnTiket masuk relatif terjangkau dan untuk biaya parkir dikenakan tambahan. Jalur ke situs tersebut cukup menukik keatas (berbukit).

  8. Salah satu spot foto sunset terbaik di jogja. Letaknya berada di bekas tambang batu kapur. Dulu ini merupakan bekas galian tambang. Lokasinya sejalur dengan Candi Ijo. Jadi kalo mau nyunset bisa pilih lebih tinggi ke candi ijo apa ke breksi. Untuk fasilitas sih lengkap ya. Ada food court, mushola, luasnya lahan parkir, spot foto yang diatas bukit (nah sebenernya spot foto ini terkesan norak sih, bagusan kalo natural menurutku) jam terbaik berkunjung selepas ashar atau jam 4-5 sore. Buat yang takut naik tenang ada pegangan tangga kok. Semoga kedepannya tersedia juga akses buat disabilitas. Tiketnya 5rb aja gais. Terkadang juga ada atraksi budaya. Tapi dimasa pandemi ini semua ditangguhkan. Tempat ini juga tutup sampai batas waktu blm ditentukan.

Leave a Reply