Tebing Keraton

Tebing Keraton

Puncak Kordon, RT.2/RW.10, Ciburial, Kec. Cimenyan, Bandung Barat, Jawa Barat 40198, Indonesia

16 Ulasan

Tebing Keraton adalah salah satu obyek wisata alam di Bandung yang akhir-akhir ini mulai menarik perhatian wisatawan.

Terlebih setelah foto-foto keindahannya tersebar luas di media sosial khususnya Instagram, tempat ini mulai menjadi buah bibir dan menarik minat banyak wisatawan untuk mengunjunginya.

Tempat ini memang penuh pesona. Khusus bagi Anda yang suka berburu foto saat momen sunrise tiba, maka tempat wisata di Bandung ini jangan sampai terlewatkan.

Tebing Keraton Bandung

tebing-keraton-bandung

Jika Anda punya akun Instagram, cobalah lakukan searching dengan kata kunci Tebing Keraton. Dalam sekejap saja, dipastikan foto-foto keindahan tempat ini akan bermunculan memenuhi beranda akun Instagram Anda.

Ya. Tempat wisata ini bahkan mendapat julukan sebagai tebing Instagram dari para netizen. Hal tersebut karena ada banyak sekali pengguna Instagram yang memposting foto-foto mereka saat berkunjung ke tebing ini.

Tebing Keraton sebenarnya hanya sebuah bukit yang terletak di atas tebing curam namun dikelilingi pemandangan hutan pinus yang sangat indah.

Letaknya yang berlokasi di ketinggian sekitar 1200 mdpl juga membuatnya memiliki suhu udara yang cukup sejuk sehingga nyaman sebagai tempat bersantai.

Para wisatawan yang datang ke Tebing Keraton umumnya bertujuan untuk berburu foto atau menyaksikan indahnya sunrise.

tebing-keraton-dago-atas
instagram.com/angga_ardiansy

Hal itulah yang menyebabkan tempat ini biasanya akan lebih ramai pada waktu pagi hari sekitar pukul 6 hingga 7 pagi.

Namun tentunya Tebing Keraton tidak hanya menyuguhkan daya tarik sesederhana itu. Di sana masih banyak aktifitas atau hal-hal seru yang bisa kita eksplore.

Tebing Keraton sebenarnya juga sudah lama diketahui oleh warga lokal sebagai tempat wisata. Keindahannya pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekitar pada tahun 2014 silam.

Lalu setelah adanya Instagram dan banyaknya wisatawan yang memposting foto-foto nya, tempat wisata ini akhirnya semakin dikenal dan mengalami puncaknya pada saat sekarang ini.

Aktifitas Menarik di Tebing Keraton

Di tempat ini kita tidak hanya bisa menikmati keindahan sunrise ataupun hunting foto saja. Masih banyak aktifitas menarik lain yang bisa dilakukan untuk mengisi hari libur.

Nah lebih lengkapnya, berikut ini beberapa kegiatan yang bisa kita lakukan di Tebing Keraton :

Menikmati Santai di Atas Awan

tebing-keraton-daerah-mana
instagram.com/dolankemari

Selain dijuluki tebing Instagram, Tebing Keraton juga pantas menyandang julukan sebagai negeri di atas awan.

Hal ini tak lain karena di tempat ini kita memang bisa menikmati sensasi bersantai di tempat yang pada pagi hari diselimuti oleh awan-awan tebal.

Awan-awan tersebut terangkai indah menghampar diantara pucuk-pucuk pinus dan lereng-lereng gunung. Lndscape-nya sekilas nampak seperti lantai permadani yang sangat cantik dipandang mata.

Dari atas tebing ini kita juga bisa melihat langsung keindahan Kota Bandung yang masih segar di pagi hari.

Orkestra nyanyian alam dari suara berbagai macam makhluk hutan juga menjadi pelengkap kesyahduhan yang sangat ampuh menghilangkan penat dan lelahnya fikiran.

Indahnya Sunrise dan Sunset

tebing-keraton-sunset
instagram.com/infobandungkota

Indahnya momen saat sang surya perlahan mulai muncul dari ufuk timur menjadi waktu yang dinanti-nantikan oleh para wisatawan yang datang.

Tak sedikit para pelancong yang rela bangun pagi-pagi dan datang ke tempat ini demi menyaksikan momen tersebut.

Menikmati sunrise dari tempat ini memang menjadi aktifitas utama para pelancong. Sambil sunrise-an, mereka bisa menghangatkan badan ditemani segelas kopi atau teh hangat.

Trekking

Jarak titik parkir ke lokasi Tebing Keraton memanjang kurang lebih 1 kilometer. Jalurnya naik turun dan cukup menantang bagi Anda yang suka trekking.

Jadi sebelum sampai di lokasi, Anda bisa trekking ringan sambil menikmati segala keindahan yang tersaji di sepanjang perjalanan.

Gowes

tebing-keraton-track-gowes
instagram.com/haryantobs

Bagi Anda yang suka naik sepeda, jalur dari parkiran ke lokasi wisata juga bisa dijadikan sebagai track gowes yang cukup menantang.

Tidak sedikit komunitas goweser Bandung yang sering menjajal track tersebut untuk menguji ketangkasan mereka.

Rutenya yang menanjak dan sedikit sulit menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat olahraga bersepeda.

Baca juga : Chinatown Bandung

Camping

tebing-keraton-camping-ground
instagram.com/m_sopian28

Saat ini di lokasi tebing keraton juga sudah disediakan lahan yang cukup luas sebagai tempat mendirikan tenda.

Jika ingin menikmati malam di tempat ini, Anda bisa menginap barang semalam dua malam di area camping ground tersebut.

Penyewaan tenda juga sudah ada dengan tarip Rp. 140.000 per malam. Namun jika membawa sendiri peralatan camping, maka Anda hanya perlu membayar sewa lahan sebesar Rp. 40.000 per malam.

Di lokasi sebenarnya sudah ada homestay yang dibangun oleh penemu obyek wisata ini. Jika tidak ingin bermalam di area camping, Anda bisa menyewa homestay tersebut dengan harga yang cukup terjangkau.

Lokasi Tebing Keraton

Alamat Tebing Keraton berada di Dago Atas, Desa Ciburial, Cimenyan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Lokasinya berdekatan dengan kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda yang hanya sejarak kurang lebih 15 menit berkendara dari pusat Kota Bandung.

Lokasi tebing ini juga tidak terlalu jauh dari Gunung Tangkuban Perahu. Gunung ini bahkan bisa kita lihat dengan sangat jelas dari Tebing Keraton.

Rute dan Cara ke Tebing Keraton

cara-ke-tebing-keraton
instagram.com/mainyuk.co

Saat ini memang belum ada angkutan umum yang bisa digunakan untuk menuju lokasi wisata. Satu-satunya cara adalah dengan menggunakan sepeda motor ataupun naik mobil pribadi.

Sementara mengenai rute, Anda bisa mengakses tempat wisata ini dari arah Kota Bandung menuju kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda.

Sejarak sekitar 50 kilometer dari hutan raya, Anda tinggal belok kanan di sebuah pertigaan dan ikuti saja papan penunjuk jalan yang akan menuntun sampai lokasi parkir.

Kendaraan roda empat tidak bisa langsung naik ke lokasi tebing. Anda bisa memarkir mobil di parkiran bawah dan naik dengan jalan kaki atau memakai jasa ojek dengan tarip Rp. 50.000 pulang pergi.

Jam Buka Tebing Keraton

Obyek wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 5 pagi hingga pukul 6 sore.

Hari Jam Operasional
Setiap Hari 05.00 – 18.00 WIB

Namun bila ingin melihat sunrise, maka datanglah lebih awal yaitu setelah sholat subuh sekitar pukul 6 hingga pukul 7 pagi.

Waktu yang paling pas untuk berkunjung ke tempat ini adalah pada hari-hari kerja. Sedangkan di hari libur, tempat wisata ini biasanya akan sangat ramai sehingga kurang nyaman untuk tempat bersantai.

Harga Tiket Masuk

tiket-masuk-tebing-keraton
instagram.com/fenryferdinand

Tiket masuk ke Tebing Keraton dijual dengan harga Rp. 11.000 per orang untuk wisatawan dalam negeri. Sedangkan untuk wisatawan asing, mereka harus membayar tiket masuk seharga Rp. 76.000 per orang.

Jenis Tiket Harga
Tiket Masuk Rp. 11.000 (WNI) – Rp. 76.000 (WNA)
Parkir Rp. 5000 (motor) – Rp. 10.000 (mobil)

Selain itu kita juga harus membayar retribusi parkir sebesar Rp. 5000 untuk sepeda motor. Bagi pengguna mobil, retribusi parkirnya lebih mahal yaitu sebesar Rp. 10.000.

Fasilitas Umum

Meskipun belum terlalu lengkap, namun fasilitas umum yang disediakan pengelola bisa dikatakan sudah lebih dari cukup.

Di sana sudah ada area parkir, toilet, mushola, dan warung-warung kecil sebagai tempat mengisi perut.

Selain itu fasilitas keamanan bagi pengujung juga sudah mulai dibangun. Di sana sudah ada area berpagar besi yang cukup aman sebagai titik kumpul untuk menikmati alam sekitar.

fasilitas-tebing-keraton
instagram.com/dadanridwanulloh

Baca juga : Tempat Wisata di Bandung

Tebing Keraton Bandung bisa dijadikan alternatif wisata murah meriah di akhir pekan. Terutama bagi Anda yang suka berbagi foto di sosial media, maka tempat ini bisa dijadikan lokasi hunting foto yang sangat menjanjikan.

16 Ulasan untuk Tebing Keraton, Jawa Barat

  1. Dingin banget klu di musim hujan, nyampe lokasi jam 5.30 kabut masih tebal jarak pandang kadang cuman 1-2 meter. Tapi liat hutan pinus dan tebing diselimuti kabut dan liat samar2 desa di atas bukit…πŸ‘kayak negeri diatas awan. Klu mau liat sunrise lebih baik di musim panas kesininya. &/ pas migrasi burung. Untuk tiket masuk hanya 15 rb katanya sih bisa dipakai untuk ke dago pakar sm lokasi sekitarnya(kyk tiket terusan gitu). Untuk parkir motor 5 rb. Mobil kayaknya gak bisa nyampe atas (kyknya berhenti di lembah kuring). Dari parkiran lembah kuring jarknya 2 km jadi ada ojeg kayknya sih.

  2. Dari bandung kota lebih kurang 20 menit kalau lancar, itu hitungan nya pake motor ya, biasanya kawasan padet di deket jajawai lumayan lama disitu. Dari situ lancar keatas. Jalan nya pas 2 mobil pemandangan menuju tempatnya pedesaan banyak lahan pertanian dan perkebunan. Tiketnya waktu saya kesana 15000 perorang. Belum parkir ya. Paling parkir 2000. Untuk jajanan masih standar, tidak jauh beda dengan yg diluaran. Pemandangan disana nya indah bgt cuy. Kaya diatas awan. Tp hati2 yg pobia ketinggian agar didampingi yoo. Hati2 jg banyak monyet dilepas disana.

  3. arrggh…. cakep sih tapi tempatnya terlalu kecil dan manusianya terlalu banyak nbawa mobil dicegat di parkiran dibawahngojek akan nawarkan 50rb per orang untuk sampai keatasnmaaahaallll banget ntapi serius deh kalau jalan kaki itu kejauhan dan menanjak bangetnga rekomen jalan kaki kalau ga nanjak extereem sih gak apa2 ini banyak tanjakan extreem, kalau bawa anak2 atau wanita yang biasa jalan kaki better naik motor….ntapi ini tricknya naik motornjual mahal aja dulu sambil jalan keatas pelan2 nanti mereka ngikutin tuh pada nawarin terus, udah agak kira 100-200 meter jalan nah mulai tawar ajanpas kesana kemarin berdua akhirnya 30rb satu motorntrus pas turunnya satu motor bawa 2 orang cuma bayar 25rb per motor, jadi lebih murahnjangan deal dari bawah karena pasti kena 50rb/orang dan gojeknya banyak banget mereka gak boleh turunin harga kalau banyak temen2nyanBaliknya sih enak gpp jalan kaki harusnya..noh iya balik ke tebing kerantonnya sendiri , yah gitu lah coba yah saya kasih reviewn+ pemandangannya memang bagus banyak awan seperti negeri diatas awan, tapi sunrisenya kemarin kurang bagus ketutup awann+ tempatnya bersih aman n- akses keatas sulitn- terlalu kecil dan terlalu banyak manusia, mau foto spot harus ganti2an ribet jg, n- gak bisa ngapa2in lagi diatas sana selain foto2 sebentar trus pulang , kurang worthed sih kalau melihat jauh2 kesana plus mahalnya ongkos gojeknntapi kalau gak coba sendiri mana berasa…. hayoo berangkatlah

  4. Akesesnya cukup mudah,harga tiketnya juga sangat murah yaitu Rp.15.000 untuk satu orang, setelah itu pengunjung akan mendapatkan gelang sebagai tanda masuk. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda empat, mereka bisa meletakan kendaraannya di bawah, kemudian mereka harus mendaki untuk sampai ke tebing keraton, tapi bagi anda yang tidak ingin membuang-buang waktu, di sana tersedia jasa ojek yang akan mengantarkan anda sampai ke tebing keraton, untuk tarif perorangnya adalah Rp.50.000 ( bisa di tawar asal tau caranya ). Tapi bagi anda yang sudah terbiasa berjalan kaki, pengalaman mendaki tebing keraton bukan hal yang sulit, terlebih jalanannya sudah menggunakan aspal. Sepanjang perjalan anda akan di suguhkan dengan panorama alam yang tentunya tidak akan anda dapatkan di kota besar seperti Jakarta.

  5. Sebaiknya ke sini saat subuh atau saat senja. Transportasi terbaik ke sini adalah sepeda motor. Jika naik mobil atau Gojek/grab, kita harus turun di pintu terakhir parkir. Jalan kaki masih sangat jauh, naik ojek cukup mahal, sekitar 30ribu.nnTapi kalau naik motor pribadi bisa sampai loket tiket. Untuk ke sini tidak harus fisik prima, karena tidak perlu jalan jauh sudah sampai spot. Harga tiket masuk 15 per orang, parkir motor 5ribu.

  6. Tempat yg indah buat kalian para kaum muda untuk bersantai menikmati indahnya alam dengan secangkir kopi panas yg di seduh kedalam cangkir dengan dibalut gula hingga terasa manis yg membuat harimu saat mengunjungi tempat ini berasa lebih bernuansa alam. Tempat ini menyediakan tempat duduk dan warung agar para wisatawan dapat menikmati angin sejuk yg berhembus dari segala arah. di tempat ini juga banyak pohon rindang yg dapat membuat siapapun yg mengunjunginya terasa lebih nikmat dan kembali segar

  7. Tempat untuk menghirup udara segar, melihat hamparan hutan hijau, dan menyaksikan embun dan cahaya pagi. Kalau kesini sebaiknya pagiii dan naiknya lebih baik naik ojek yg udh tersedia di area parkir (krn kalau jalan kaki itu jauh sngt) barulah pulangnya bisa jalan kaki sambil menikmati suasana pedesaan. Luv

  8. Kalo lagi musim kaya gini tempat nya kira kira masih dibuka apa ngga yahh?

  9. Kalo keadaan sekarang kira” masih buka GK yah tempat wisata atau tutup?

  10. Di aplikasi Maps nya “Buka Sekarang” nyatanya ditutup (Lockdown)

  11. Udaranya sejuk, cocok bwat rekreasi smbil olahraga pagi.

  12. Ga worthed. Alam indah kalau warganya ngeselin bikin males dateng.

    Asli kapok disuruh milih bayar ojek 50 rb utk PP rute 1.7km atau jalan kaki nanjak.

    Wisatawan ga boleh naik mobil dgn alasan longsor dan jalan ga muat tapi warga lokal sliweran naik mobil. Bahkan ada yang punya pajero terbaru juga.

    Not recommended banget. Mending ke tempat lain yang perlakuan terhadap wisatawannya lebih manusiawi

  13. Viewnyaaaa edanπŸ˜πŸ‘, cakep banget!. Ga nyesel subuh2 udah jalan, cuman sayangnya pas sampe sana gerbang blm dibuka dan petugas belom datang, nunggu sekitar 30menit lebih, matahari udah naik. Tadinya mau liat sunrise makanya subuh2. Kata ibu penjual warung, biasanya dibuka subuh kalo weekend aja, padahal saya kesana pas tanggal merah juga (hr senen).. Buat yang mau kesini, ati2 banyak monyet πŸ˜…bawa makanan pasti diminta.. Pake sepatu yang ga licin, kalau musim ujan si tebing jadi licin. bisi ngegelosor.. Yang bawa mobil ke atas nya bisa naik ojol/jalan kaki, yang bawa motor bisa skalian naik parkir ke atas.

  14. pengalaman pertama ke Tebing Keraton dan naik motor. Untuk rute dari jalan dago sebaiknya mengikuti petunjuk “rute mobil” karena yg rute motor ngaco banget.. masa disuruh lewat jalan sempit super nanjak yg cuma cukup buat pejalan kaki/pesepeda yg nuntun sepedanya.. Kalau udah terlanjur lewat rute motor, mesti belok di sebelah selasar sunaryo untuk sampai ke jalan “yg benar”.. Titik Tebing Keraton di gmaps bener2 pintu masuknya. Jadi untuk motor ga perlu jalan kaki sama sekali. Parkir persis di sebrang gerbang masuk.. Untuk mobil sepertinya parkir di bawah dan bisa lanjut jalan kaki/naik ojek.. Jalanannya sudah layak digunakan meskipun ada yg becek dan berlubang. Yg bikin lelah mungkin banyaknya polisi tidur padahal jalannya nanjak hehe… Dan suka ada monyet di tengah jalan bikin degdegan. Ada juga yg tiba2 muncul di lokasi foto2nya πŸ˜…. Jadi jangan keasikan foto2 tapi lengah sama barang bawaannya ya.

  15. Salah satu tempat wisata alam yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke kota bandung. Viewnya bagus, kita bisa menikmati sunrise dan juga awan yang begitu indah. Tebing Keraton ini masuk di kawasan hutan raya.. Tempatnya mudah diakses karena kita bisa sampai ke pintu masuk dengan menggunakan kendaraan baik itu roda empat atau dua.. Hanya saja ada kebijakan pihak2 tertentu yang mana para pengunjung harus menggunakan ojek lokal yg berada di pintu masuk pertama menuju kawasan tebing keraton (seperti pada foto). Ojek lokal tsb memasang tarif yang lumayan membebani juga klu yg berkunjung misalkan keuarga yg bawa anak., karena untuk 1 orang saja tarif ojek dikenakan 30ribu sekali jalan, PP 50rb. Padahal jarak tempuh dari tempat pengunjung dicegat smpi ke pintu masuk kedua (tempat pembelian tiket masuk) tdk terlalu jauh tapi tracknya menanjak.

  16. Bagus pemandangannya. Kalo masuk, PASTI ditawarin ojek buat naik kesana. Coba deh naik jalan kaki setengah jalan dulu (tadi 1/4 jalan kita sih diikutin pak ojek, dibilangnya naik nya naik gojek, turunnya jalan kaki, karena medannya naik banget – tapi karena kita ngeyel sanggup ditinggalah kita), emang sih jalan nya curam, tapi kalo kuat jalan bisa kok (kecuali hujan terus licin mending naik ojek, kalo ga hujan cobain jalan keatas) – kecuali bawa orang tua ya hehe. Bisa juga naik sepeda kesana. Nyampe atas bayar tiket 16 ribu / orang kalo ga salah. Pemandangannya oke kok, walaupun agak ramai. Turunnya cobain tuh Klamud (Kelapa muda di warung kecil deket situ) seger Dan nikmati pemandangannya sebelum turun. Kira2 jalan naik turun tu sekitar 5km’an (hitung2 kalo lagi diet ngucur tuh keringet, daripada bayar treadmill di gym kan ya). Sekian Terima kasih

Tinggalkan Balasan