Tempat Wisata Romantis di Jogja

Tempat Wisata Romantis di Jogja, Yogyakarta

Kota Jogja, Yogyakarta

5 Ulasan

Tempat Wisata Romantis di Jogja – Jogja merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang menjadi tujuan favorite wisatawan, selain tatanan kota yang indah dan bersih, Jogja juga memiliki beragam tempat wisata yang menarik dan seru untuk dikunjungi.

Tempat wisata di Yogyakarta yang terkenal diantaranya adalah wisata edukasi, wisata sejarah dan wisata alam. Namun ada lagi objek wisata lain yang menjadi favorite dan banyak dikunjungi di Jogja, yaitu tempat wisata romantis di Jogja.

Apa dan dimana saja tempat wisata romantis di Jogja yang ramai dikunjungi? Simak ulasan tentang tempat wisata di Jogja yang romantis berikut ini.

Berikut Tempat Wisata Romantis di Jogja

1. Taman Sari

Taman Sari Jogja

Sepintas Taman Sari terlihat hanya sekadar bangunan tua, tapi jangan salah, disini terdapat kolam yang dahulunya menjadi tempat mandi selir-selir sultan. Dengan bangunan antik berarsitektur klasik, Taman Sari terlihat eksotis dan penuh keindahan. Di tempat ini cukup banyak pasangan yang mengabadikan momen cinta mereka di kamera.

Rekomendasi juga nih bagi anda yang kebetulan sedang bingung mencari tempat foto preweding yang bagus di Jogja untuk dapat melakukan pemotretan di tempat ini. Dijamin tidak akan menyesal deh. Untuk lokasi, Taman Sari Jogja terletak di pusat Kota Yogyakarta atau tepatnya berada di dalam komplek Benteng Keraton Jogja.

2. Bukit Bintang

Bukit Bintang Jogja

Saat Anda berkunjung ke bukit Bintang pada malam hari, maka Anda akan dihanyutkan dengan keindahan pesona kerlap-kerlip bintang yang ada disana. Sebenarnya bintang yang dimaksud bukanlah bintang sungguhan yang ada dilangit, melainkan perlap-perlip cahaya lampu dari perumahan warga yang yang sepintas terlihat seperti bintang dilangit.

Lokasi bukit Bintang jogja terletak di ketinggian kurang lebih 150 meter diatas kota Jogja. tepatnya berada di Jl. Raya Yogyakarta menuju Wonosari, atau didaerah Bukit Pathuk Kabupaten Gunung Kidul, (15 kilometer dari pusat Kota Jogja). Letaknya yang cukup strategis ini membuat tempat romantis di Jogja ini sering dikunjungi wisatawan atau hanya sekedar orang berlalu lalang saja.

Oh, ya. Saat ini selain bukit bintang juga ada wisata baru dengan konsep serupa yaitu Bukit Lintang Sewu Jogja. Obyek wisata ini juga sangat recomended dikunjungi setelah berkunjung ke Bukit Bintang Jogja.

3. Taman Pelangi Yogyakarta

Taman Pelangi Jogja sebagai tempat wisata romantis di Jogja

Tempat wisata romantis di Jogja selanjutnya adalah Taman Pelangi Yogyakarta. Lokasi taman Pelangi Jogja ini terletak di area Monumen Jogja kembali (Monjali). Sekedar mengingatkan, lokasi Monumen Jogja kembali terletak di Jl. Lingkar Utara (Ring Road Utara), di Kelurahan Jongkang, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, atau tepatnya rute menuju candi Borobudur.

Nah bagi Anda yang datang kesini, siap-siaplah untuk terpukau dengan suguhan lampion unik yang siap membuat malam apel anda terasa romantis. Tak hanya itu, disana juga menawarkan berbagai wahana yang menarik. Cukup dengan membayar Rp 10.000, habiskan malam cantik Yogyakarta dengan lampion berbagai bentuk di Taman Pelangi.

Baca juga: Heha Sky View Jogja

4. Sky Bar Hotel All Season Yogyakarta

Sky bar All Season sebagai tempat wisata romantis di jogja

Makan Romantis dengan susana lampu kerlap kerlip kota Jogja pasti akan sangat berkesan bagi anda dan pasangan, adalah Sky Bar Htel All Season, tempat romantis bagi pasangan yang sedang kasmaran untuk menikmati suasana berbeda dari yang lain. disini, anda akan dikagumkan dengan dekor dan interior mewah yang siap menghipnotis pasangan anda, sayangnya untuk menikamati tempat romantis di Jogja ini anda perlu merogoh kantong agak dalam.

Hotel ini menyajikan ruang terbuka yang memperlihatkan suasana malam paling romantis. Kolam renang outdoor juga menambah apik suasana di Sky Bar, tak jarang jka tempat ini menjadi salah sati objek foto pre-wedding bagi pasangan yang akan menikah di Jogja. Lokasi Sky Bar Hotel All Season Yogyakarta terletak di Jl. Dagen No.107, Jogja.

Baca juga: Taman Pintar Yogyakarta

5. Pantai Sundak Jogja

Pantai Sundak Jogja

Pantai Sundak adalah salah satu tempat wisata di Jogja yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Lokasi Pantai Sundak terletak di Wonosari. Rute jalanya arah jalan menuju ke bungkit Bintang juga lho. Suasana di Pantai Sundak sangat romantis dengan pemandangan khas pantai tentunya.

Keunikan pantai sundak Jogja adalah pasir biji putih yang terhampar luas, ditambah hamparan lubang karang di sekitar pantai ketika air surut membuat pemandangan indah tersendiri. Pantai ini sering di gunakan pasangan muda untuk berlibur dan mengabadikan moment kebersamaan mereka dengan kamera.

Baca juga : Tempat Wisata di Jogja yang Lagi Hits

Nah, demikan info seputar tempat wisata romantis di Jogja yang kami berikan, semoga dapat menjadi referensi dan bermanfaat bagi Anda.

Belajar Bahasa Inggris

5 Ulasan untuk Tempat Wisata Romantis di Jogja, Yogyakarta

  1. Tempat bersejarah, harus diunjungi, saya sarankan bawa banyak teman, bisa sewa tourguide untuk informasi lengkap seputar taman sari dan masjid bawah tanahnnTaman sari berada di kawasan Keraton Yogyakarta. Untuk menjangkaunya bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil, motor, atau sepeda. Kalian juga bisa memanfaatkan angkutan umum yang ada disana, seperti delman dan becak. Bisa juga ditempuh dengan jalan kaki (sekalian olahraga tentunya ya soalnya lumayan jauh kalo jalan kaki dari keraton, tapi asalkan ada niat semua pasti tercapai hehehehehehehe). nnUntuk kawasannya lumayan sejuk di bagian pintu masuk. Pada halaman depan disuguhkan taman yang rapi dan bagus untuk fotografi.nnSetelah keluar dari area kolam, wisatawan akan diajak untuk melihat orang membuat batik dan ukiran pada wayang kulit. Jangan lupa sediakan beberapa rupiah sebagai imbalan untuk foto bersama.nnSelamat berwisata!!!

  2. Masa setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air). Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, beliau memerintahkan Demak Tegis seorang arsitek berkebangsaan Portugis dan Bupati Madiun sebagai mandor untuk membangun sebuah istana di umbul yang terletak 500 meter selatan keraton. Istana yang dikelilingi segaran (danau buatan) dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya itu sekarang dikenal dengan nama Taman Sari.n.n.n.n📷 @trenggalekeksis nn#landscape #amateur #photography #amateurphotography #story #art #likeforlikes #followforlikes #like4likes #lfl #fff #bukantraveller #garden #watercastle #tamansari #yogyakarta #indonesia #jogyakeren #instanusantara #viewnusantara

  3. Saya dan keluarga mulai mengeksplore kawasan Taman Sari, Tembok yang merupakan bagian dari bangunan ini menjulang begitu gagah dan tinggi dengan warna putih kecoklatan (krem). Ukiran yang mencerminkan mahakarya waktu dulu menghiasi dan menempel di setiap sudut tembok Taman Sari. kami pun berjalan untuk membeli tiket masuk atau uang retribusi dengah harga 5K rupiah perorangnya, tak lama kemudian memasuki pintu dimana penjaga telah berdiri disampingnya untuk mengecek karcis yang telah kami bawa.nnPintu dengan tinggi kurang lebih 2 meter membuka perjalanan kami untuk menginjakkan kaki di Taman yang dulunya adalah pemandian para istri-istri Raja Mataran khususnya Yogyakarta, tentunya taman ini sangat ada hubungannya dengan perjanjian yang pernah di buat oleh Mataram VOC yang disebut dengan perjanjian giyanti. Menurut sejarahnya Pasca Perjanjian Giyanti Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. n.nPangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air). Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, titik tersebut disebut dengan Taman Sari saat ini.nn.nLokasi Pertama yang kami kunjungi adalah pintu dengan taman dan jalan setapak yang disebut dengan istilah “Gedhong Gapura Hageng” dan “Gedhong Lopak-lopak”merupakan pintu gerbang utama taman raja-raja pada zamannya. Disini terdapat kalau tidak salah 8 pot bunga dengan ukuran sangat besar yang sudah berusia tua sekali. Menurut Sejarah dan yang saya lihat, Sebenarnya Taman Sari menghadap ke arah barat dan memanjang ke arah timur. Gerbang ini terdapat di bagian paling barat namun karena padatnya rumah penduduk maka pintu loket taman sari berada di sisi utara.n.nSetelah dari lokasi pintu masuk “Gedhong Gapura Hageng” dan “Gedhong Lopak-lopak” kami pun berjalan melewati sebuah pintu dengan beberapa anak tangga, disinilah kolam tersebut berada. Sebutan dari umbul tersebut adalah Umbul Pasiraman, yang artinya umbul=mata air dan pasiraman = tempat mandi. Inilah lokasi utama dari Taman Sari dimana para Sultan, Istri dan Putri-putrinya melakukan siram (mandi) di waktu itu. Di kompleks Umbul Pasiraman terdapat tiga buah kolam yang dihiasi dengan mata air selain itu juga terdapat pot bunga raksasa. Selain kolam juga terdapat bangunan di sisi utara dan di tengah sebelah selatan yang bertingkat dan mempunyai beberapa jendela.n.nKami pun menyusuri bagian selatan dari kolam yang pertama, dan disisi selatan bangunan tersebut terdapat sebuah kolam yang disebut dengan “Umbul Binangun”, sebuah kolam pemandian yang dikhususkan untuk Sultan dan Permaisurinya saja (wah asik dong ya mandi bareng sama istri 😀 ) terus konon katanya Pada zamannya, selain Sultan, hanyalah para perempuan yang diizinkan untuk masuk ke kompleks ini. Ini di mungkinkan karena semua perempuan (permaisuri, istri ( selir ) dan para putri sultan) yang masuk ke dalam taman sari ini harus lepas baju (telanjang), sehingga selain perempuan di larang keras oleh sultan untuk masuk ke Taman Sari…

  4. Selain difungsikan sebagai tempat rekreasi, nampaknya Tamansari juga memiliki fungsi pertahanan dan fungsi religi. Fungsi pertahanan tampak pada tembok keliling yang tebal dan tinggi, gerbang yang dilengkapi tempat penjagaan, dan bastion atau tulak bala sebagai tempat menaruh persenjataan. Selain itu terdapat beberapa urung-urung atau jalan bawah tanah yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Juga posisi bangunan Pulo Kenanga yang tinggi, diduga difungsikan sebagai tempat peninjauan apabila musuh datang.nnFungsi religi ditunjukkan dari adanya bangunan Sumur Gumuling dan Pulo Panembung. Sumur Gumuling yang berbentuk melingkar difungsikan sebagai masjid, sedang Pulo Panembung digunakan oleh Sultan sebagai tempat untuk bermeditasi. Kedua bangunan ini berada di tengah kolam Segaran, tampak menyembul di tengah bentangan air yang luas.

  5. Bagus… Pas kesini rame banget, pdhl bukan weekend, ber2 cm bayar 10rb.. kl bawa kamera nanti ada tambahan nya lagi

Leave a Reply